loading...
Loading...
Tempo.co

JAKARTA, Joglosemarnews – Bambang Soesatyo atau yang akrab disapa Bamsoet mengklaim telah mengantongi 400 lebih dukungan pemilik suara sah dalam bursa ketua Umum Partai Golkar.

Hal itu ditegaskan oleh politikus partai Golkar, Yorrys Raweyai. Yorrys mengklaim dukungan itu berasal dari unsur Dewan Pimpinan Daerah tingkat I dan II serta organisasi sayap.

“Bamsoet sampai ini hari sudah mendapat dukungan lebih dari empat ratus dukungan,” kata Yorrys dalam konferensi pers di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Minggu ( 7/7/2019).

Berdasarkan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga Partai Golkar, di dalam musyawarah nasional ada 34 suara DPD I, 514 suara DPD II, sepuluh suara dari organisasi masyarakat pendukung, dan satu suara Dewan Pembina.

Yorrys tak merinci berapa masing-masing jumlah dukungan yang dihimpun dari unsur itu, tapi dia mengklaim sudah lebih dari 25 DPD I mendukung Bamsoet.

Baca Juga :  Tak Penuhi Panggilan Polisi, Pemilik Mobil Lamborghini yang Terbakar di Surabaya Lanny Kusuma Sedang Liburan ke Luar Negeri

Yorrys hadir memberikan pernyataan sebagai tim sukses Bamsoet untuk maju sebagai caketum partai beringin dalam munas.

Dalam konferensi pers ini hadir pula di antaranya politikus Partai Golkar Darul Siska, Ketua DPP Partai Golkar Freddy Latumahina, Wakil Ketua Umum Angkatan Muda Partai Golkar Nofel Saleh Hilabi, dan fungsionaris DPP Partai Golkar Syamsu Rizal.

“Kami adalah tim sukses Bambang Soesatyo untuk menjadi ketum Golkar di munas yang akan datang,” kata Yorrys.

Sejak dua pekan lalu, Bamsoet memang mendapat dukungan dari sejumlah DPD II di antaranya dari Jawa Barat, Kepulauan Riau, Jawa Tengah, Maluku, dan Papua.

Yorrys mengatakan dukungan akan terus bertambah, salah satunya dari DPD Sulawesi Selatan yang akan dipimpin langsung oleh Nurdin Halid.

Baca Juga :  Layanan Garuda Dijamin Tak Terganggu Pasca Pencopotan 4 Direktur Garuda

Kubu Bamsoet ini ingin mengevaluasi kepemimpinan Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto yang dianggap gagal.

Salah satu indikator kegagalan dimaksud ialah turunnya perolehan kursi di Dewan Perwakilan Rakyat, dari 91 kursi pada pemilihan legislatif 2014 menjadi 85 di pileg 2019. Padahal Golkar awalnya menargetkan perolehan sebanyak 110 kursi.

www.tempo.co

Loading...