loading...
Loading...
Kondiso jalan masuk dari gerbang SMPN 2 Tangen yang berbatu dan bergelombang serta sering membikin jatuh siswa. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM- Meski berlokasi di perbatasan dan pinggiran, SMPN 2 Tangen membuktikan bahwa keterbatasan tak menghalangi semangat untuk mengukir prestasi.

Hal itu dibuktikan dengan raihan penghargaan nasional Adiwiyata tahun 2018 yang diserahkan akhir 2018 lalu di Jakarta.

Hebatnya, SMPN 2 Tangen meraih penghargaan itu dengan mengalahkan beberapa SMPN di wilayah kota yang notabene lebih mentereng.

Kepala SMPN 2 Tangen, Ahmad Kuncoro mengungkapkan penghargaan Adiwiyata Nasional itu diserahkan oleh Kementerian LH dan Kemendikbud RI di Jakarta.

Menurutnya, hanya 3 sekolah di Sragen yang bisa meraih penghargaan Adiwiyata Nasional itu yakni SMA 1 Gemolong, SMPN 2 Karangmalang dan SMPN 2 Tangen. Bagi SMPN 2 Tangen, penghargaan nasional itu merupakan kali pertama yang diraih semenjak kepemimpinannya tahun 2015.

Baca Juga :  Jelang Pilkades, PSHT Sragen Ingatkan  Semua Warga Tak Bawa-bawa Organisasi ke Ranah Politik. Sanksi Tegas Bakal Dijatuhkan! 

“Alhamdulillah kemarin bisa dapat penghargaan nasional. Itu baru pertama kali, sebelumnya di 2016 penghargaan Adiwiyata Provinsi, dan tahun 2017 juara I lomba Perpustakaan tingkat Kabupaten,” paparnya Selasa (16/7/2019).

Kuncoro menguraikan prestasi itu sedikit menjadi angin segar dan kebanggaan bagi sekolah. Meski berada di perbatasan dengan Purwodadi dan pinggiran, setidaknya sekolahnya mampu membuktikan bahwa bisa meraih prestasi yang tak kalah dengan SMP di wilayah kota.

Piagam penghargaan Adiwiyata Nasional untuk SMPn 2 Tangen. Foto/Wardoyo

Namun di balik prestasi mentereng itu, pihaknya sedikit berprihatin. Sebab jalan masuk dari pintu gerbang menuju ke halaman sekolah sudah rusak dan bergelombang.

Baca Juga :  Demi Berobat Gratis, Ratusan Lansia dan Warga Tak Mampu Serbu Piliklinik Baru di Desa Sambirejo Plupuh. Pihak RSJ Solo Terjunkan 40 Personel dan Bagi Sembako

Kondisi jalan masuk yang berkontur turunan dan kini sudah rusak dengan batuan besar mencuat, membuat jalan masuk itu sangat berbahaya.

“Kalau hujan licin dan sering membuat anak-anak jatuh. Jenengan pirsani sendiri. Dulu di akhir 2018, Bu Bupati pas meninjau kesini juga nanya minta dibantu apa. Dari sekolah akhirnya mengajukan jalan masuk itu kalau bisa diperbaiki atau dipaving. Proposalnya disuruh nitipkan ke Bagian Umum. Proposal sudah kami naikkan waktu itu, tapi belum ada realisasi. Mudah-mudahan segera ada realisasi biar tidak semakin parah,” tutur Kuncoro.

Ia menambahkan anggaran untuk perbaikan jalan masuk itu diperkirakan sekitar Rp 150 juta. Anggaran sebesar itu memang mustahil bisa dikerjakan oleh sekolah karena keterbatasan biaya.

Baca Juga :  Siti Badriya Alami Kecelakaan di Ngrampal Sragen. Diduga Kurang Fokus, Kendaraannya Mendadak Terjungkal di Tepi Jalan

Pihak sekolah tak tega menarik iuran wali murid karena takut membebani lantaran mayoritas wali murid juga berekonomi menengah ke bawah.

“Kami memang nggak akan menarik iuran yang tidak terkait dengan KBM. Kasihan wali murid,” terangnya.

Terpisah, Kabag Umum Setda Sragen, Suparwoto mengaku akan segera mengecek proposal SMPN 2 Tangen tersebut. Biasanya proposal yang masuk ke bupati saat kunjungan, masuknya ke Sekpri dan nanti juga melalui Bagian Umum.

“Segera kami cek lagi,” tukasnya. Wardoyo

Iklan
Loading...