loading...
Loading...
Warga di wilayah krisis air bersih di Sragen utara saat mengambil air bantuan droping. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Memasuki musim kemarau, sejumlah wilayah di Sragen mulai dilanda krisis air. Salah satunya di Sukodono dan Tangen.

Warga di wilayah itu terpaksa harus menempuh jarak kilometer untuk mendapatkan air bersih.

Salah satunya, Sri Mulyani (22) warga Dusun Gedad RT 21, Desa Baleharjo, Sukodono. Ia menuturkan warga di wilayahnya mengalami kesulitan air bersih sudah hampir 3 bulan terakhir.Menurutnya warga selama ini mencari air bersih di salah satu sumur yang berada di tengah sawah.

“Jauh juga jaraknya Mas ke sumur sawah. Sekitar 2 kilometer. Perjalanan dengan jalan kaki selama 1 jam dari berangkat sampai pulang kerumah lagi. Biasanya pagi mas jam 6 mencari airnya, mendapatkan air dari dalam sumur dengan timba dan membawa ke rumah membawa klenting, Mas,” paparnya Kamis (4/7/2019).

Sri menuturkan air yang didapat dari salah satu sumur sawah tersebut nantinya hanya digunakan untuk kebutuhan penting sehari – hari. Seperti mandi, memasak, minum, mencuci, dan minum ternak.

Baca Juga :  Kecelakaan Maut Mobil Dinas Pemkab Sragen Gasak 2 Motor di Nglorog. Satu Korban Tewas, Satu Patah Kaki 

“Susah kalau musim kering gini Mas. Air mahal jadi harus irit,” tuturnya.

Ketua RT 21 Dusun Gedad, Purwoko mengatakan bahwa setiap tahunnya memang warganya selalu mengalami kesulitan air bersih setiap tahunnya. Menurutnya kekeringan terparah dialami dirinya bersama warga yang lain pada tahun 2018 kemarin.

”Warga harus antri cari air di sumur sawah Mas. Antri biasanya sekitar 5 sampai 10 orang, di RT 21 ini ada 105 jiwa dan benar setiap tahun mengalami kesulitan air,” urainya.

Purwoko berharap pemerintah kabupaten bisa membantu warga Gedad untuk mendapatkan air bersih. Di lingkungan RT 21 dari pemerintah.

“Jadi kedepan bantuan air nanti bisa langsung di salurkan di tampungan ini. Sehingga warga tinggal mengambil.  Bantuan air hari ini sangat membantu warga dalam meringankan beban untuk mencari air bersih,” ujarnya.

Harapan warga terhadap suplai air terwujud berkat bantuan droping dari BPBD Sragen yang digelontorkan tadi pagi. Ada satu mobil tangki berisi 5000 liter air bersih yang digelontorkan tadi pagi.

Baca Juga :  Bayar Gaji Pegawai PPPK atau P3K, Pemkab Sragen Sudah Siapkan Anggaran Rp 22 Miliar Lebih 

Kasie Rehabilitasi dan Rekontruksi BPBD Sragen, Untung Darmadi mengatakan ada 7 Kecamatan di Kabupaten Sragen yang nantinya menjadi perhatian di musim kemarau. Tujuh kecamatan itu meliputi Miri, Sumberlawang, Mondokan, Gesi, Tangen, Jenar.

“Tujuh lokasi tersebut adalah satu jalur pegunungan kapur, jadi itu kalau di cari sumber airnya tidak ad. Sumber mata air itu hanya sumber sisa simpanan air hujan saja. Sehingga memasuki musim kemarau air sudah habis semua,” jelasnya. Wardoyo

 

Loading...