JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

Dampak Kekeringan di Wonogiri, 916 Hektare Padi Puso

Lahan padi yang mengering di Wonogiri.
Madu Borneo
Madu Borneo
Madu Borneo

Lahan padi yang mengering di Wonogiri.

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Ratusan hektare padi di Wonogiri puso. Sementara ribuan hektare terdampak kekeringan.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Wonogiri, Safuan mengatakan, lahan yang mengering tersebar di 21 dari 25 kecamatan se-Wonogiri. Kecamatan yang tidak termasuk dalam daftar hanya Pracimantoro, Paranggupito, Puhpelem, dan Karangtengah.

Luasan lahan yang mengering total sampai saat ini mencapai 5.290 hektare. Perinciannya adalah, 1.238 hektare mengering dengan kategori berat, 1.530 hektare berkategori sedang, kategori ringan 1.606 hektare.

Baca Juga :  Waduh, Kecamatan Sidoharjo Wonogiri Jadi Zona Merah COVID-19. Ternyata Episentrumnya di Pasar Tradisional Kecamatan itu, Hal ini yang Kemudian Diterapkan Pemerintah

“Lahan yang puso 916 hektare. Jumlah luasan lahan padi di Wonogiri saat ini 19.270 hektare,” kata dia, Kamis (4/7/2019).

Dia menerangkan, usia tanaman padi antara 30 sampai 80 hari. Sebagian dari lahan yang mengering menerapkan pertanian tadah hujan, sehingga sangat terpengaruh perubahan musim.

Disinggung mengenai penanganan, menurut Safuan, sebagian diupayakan melalui pompanisasi. Hal itu dilakukan dengan menyedot air dari sungai, waduk, dan sumber lainnya. Untuk keperluan itu, pemerintah sudah memberikan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), salah satunya mesin pompa air.

Baca Juga :  Benarkah Obyek Wisata di Wonogiri Bakal Dibuka Kembali? Simak Penjelasan Berikut ini Kuy

Tursi, koordinator PPL Kecamatan Eromoko, mengatakan, lahan pertanian yang terancam kekeringan sekitar 300-an hektare. Sangat susah mendapatkan pasokan air saat ini.

Namun menurut dia ada sumber air di Desa Ngunggahan yang bisa menjadi pemasok pengairan bagi ratusan hektare lahan itu. Hanya saja pihaknya terkendala peralatan untuk menaikkan air dari sumber ke lahan. Aria