loading...
Loading...
Sosialisasi pencegahan penyakit tidak menular di Sukoharjo

SUKOHARJO, JOGLOSEMARNEWS.COM-Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sukoharjo, dYunia Wahdiyati, mengatakan, resiko Penyakit Tidak Menular (PTM) dikenal sebagai penyakit kronis dengan durasi panjang dan penyembuhan yang umumnya lambat.

Upaya terbaik adalah dengan mencegah kejadian penyakit tidak menular melalui pengendalian faktor resikonya. Melalui kegiatan sosialisasi deteksi dini, bertujuan dapat terlaksananya skrining kesehatan deteksi dini faktor resiko PTM.

Baca Juga :  Pasangan di Nguter Sukoharjo Nekat Aborsi, Polisi Buru Penjual Obat Online

Meliputi pengukuran tinggi badan, pengukuran berat badan, pengukuran lingkar perut, pemeriksaan tekanan darah, pemeriksaan gula darah sewaktu, dan anamnesa perilaku berisiko.

“Dalam rangka menurunkan angka kesakitan dan kematian yang disebabkan penyakit tidak menular maka dilakukan deteksi dini faktor resiko penyakit tidak menular pada usia 15 tahun sampai dengan 59 tahun di Kabupaten Sukoharjo. Dalam rangka upaya preventif dan promotif yang dapat dilaksanakan secara mandiri oleh masyarakat agar peningkatan kasus baru penyakit tidak menular dapat dikendalikan,” ungkap dia, Kamis (18/7/2019).

Baca Juga :  Grobyakk, Rumah Warga Watulumbung Watubonang Tawangsari Mendadak Roboh

Dia menambahkan, deteksi faktor resiko PTM melalui kegiatan Posbindu atau Pos Pembinaan Terpadu penyakit tidak menular menjadi upaya kegiatan yang efektif dan efisien dalam mencegah dan mengendalikan kasus baru penyakit tidak menular di masyarakat.

Baca Juga :  Apes, Mau Nagih Hutang Warga Kartasura Ini Malah Dianiaya

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Widodo, mengatakan PTM menjadi salah satu penyebab kematian terbanyak di Indonesia. Sekaligus menjadi beban ganda dalam pelayanan kesehatan dan tantangan yang harus dihadapi dalam pembangunan bidang kesehatan.

“Deteksi dini, faktor resiko PTM di Posbindu secara gratis,” terang dia. Aria

Iklan
Loading...