loading...
Loading...
ilustrasi gaji

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM- Pabrik gula (PG) Tasikmadu Karanganyar diguncang kabar miris. Gaji para karyawan mendadak ditunda separuhnya.

Gaji yang dihutang itu adalah untuk bulan Juli tahun 2019 dan baru terbayarkan 50 persen. Kondisi ini sempat memicu kerasahan di kalangan sebagian karyawan.

Salah satu karyawan yang enggan disebutkan namanya, menuturkan jika gaji mereka baru dibayarkan 50 persen. Menurutnya, pembayaran gaji yang baru 50 persen ini, disebabkan karena kondisi perusahaan yang saat ini masih memasuki awal musim giling dan belum menghasilkan gula.

Baca Juga :  Siap-siap, Ratusan Pejabat Struktural Karanganyar Juga Bakal Digeser. Bupati Sebut Ada Ratusan Jabatan Kosong

“Gaji kami baru dibayarkan 50 persen. Ini baru pertama kali terjadi. Kami berharap ini tidak terjadi lagi. Dengan dalih apapun, gaji karyawan ya harus dibayarkan karena itu hak kami,” ujar karyawan yang minta identitasnya tidak dicantumkan itu, Kamis (11/7/2019).

Baca Juga :  Keren, Video Vlog Anggota Reskrim Polres Karanganyar Sabet Juara III Nasional. Kapolres Berharap Polri Makin Dicintai Masyarakat 

Ia menggaransi apa yang disampaikannya itu bisa dipertanggungjawabkan. Menurutnya realita yang terjadi memang demikian adanya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi wartawan, Administratur PG Tasikmadu, Triyono, mengakui jika gaji untuk bulan Juli 2019, baru terbayar 50 persen.

Ia juga menagkui, keterlambatan pembayaran gaji ini, lebih disebabkan karena baru memasuki awal musim giling dan belum menghasilkan gula.

Baca Juga :  Harga Cabe Rawit di Karanganyar Makin Pedas Tembus Rp 65.000 Perkilo. Pedagang Kelimpungan Daya Beli Masyarakat Anjlok 

Hal itu membuat cash flow belum lancar. Meski demikian, kekurangan pembayaran gaji tersebut, telah dibayarkan secera lunas kepada para karyawan pada hari Rabu (10/07/2019).

“Memang betul gaji baru dibayarkan 50 persen. Penyebabnya karena kita baru memasuki musim giling. Kekurangan pembayaran gaji juga sudah kita selesaikan. Jadi tidak ada masalah,” ujarnya singkat. Wardoyo

 

Iklan
Loading...