loading...
Loading...
Ilustrasi antrian siswa pendaftaran siswa baru PPDB online di Sragen. Foto/Wardoyo

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM Penerapan sistem zonasi pada PPDB yang ditujukan untuk pemerataan siswa, ternyata tak terbukti di Karanganyar. Pasalnya hasil PPDB SMP yang ditutup Kamis (4/7/2019), menyisakan 29 sekolah yang kekurangan siswa.

Celakanya, dari 29 sekolah itu, jumlah kursi yang masih kosong mencapai 1.074 kursi.

Sebagian besar sekolah yang belum memenuhi quota tersebut, berada di daerah pinggiran.

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Karanganyar, Agus Hariyanto, Jumat (05/07/2019), mengatakan sekolah yang masih belum memenuhi quota tersebut diantaranya sekolah yang berada di Kecamatan Colomadu, Jatipuro, Jatiyoso, dan Jumantono.

Baca Juga :  Heboh Kerajaan-Kerajaan Sunda Empire dan Keraton Agung Sejagat, Bupati Karanganyar: Saluran Mereka Tersumbat!

Menurut Agus kekurangan siswa ini, hampir terjadi setiap tahun. Bahkan jumlah total kekurangan siswa di 29 sekolah atau kursi kosongnya mencapai sebanyak 1.074.

“Kondisi kekurangan siswa ini, hampir terjadi setiap tahun, terutama di sekolah yang berada di pinggiran. Salah satu penyebabnya, karena banyak siswa usia sekolah tingkat SMP yang mengikuti orang tuanya merantau serta jumlah kelulusan SD yang tidak sebanding dengan daya tampung,” ujar Agus Hariyanto, Jumat (05/07/2019).

Baca Juga :  Lentera Kritisi Kinerja DPRD Karanganyar Tak Ubahnya Hanya Tukang Stempel Draft Anggaran. Anggaran Rp 2 Triliun Dibahas Sekejap, Kunker dan Studi Banding Nihil Hasil

Sementara itu, untuk pengumuman PPDB dengan sistem online, Agus Hariyanto meyatakan, akan dilakukan pada hari Sabtu (06/07/2019), melalui website karanganyar.siap-ppdb.com. Wardoyo

 

Loading...