loading...
Loading...
Tempo.co

JAKARTA, Joglosemarnews.com – Meski Prabowo dan Jokowi sudah melakukan pertemuan di MRT beberapa hari lalu, namun Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais masih juga bersuara lantang.

Ia mempertanyakan langkah Presiden Joko Widodo yang mengajak Prabowo Subianto melakukan rekonsiliasi. Bahkan dia terang-terangan minta jatah porsi kekuasaan sebagai syarat rekonsiliasi.

Pada 13 Juli 2019 lalu, Jokowi dan Prabowo akhirnya bertemu. Mereka bersua di gerbong kereta MRT sebelum akhirnya makan di restoran sate di kawasan Senayan.

Baca Juga :  Lukman Edy: Penghapusan Sekjen dan Pengerdilan Dewan Syuro Bukti Cak Imin Reaktif

“Sekarang saya kasih tahu ya, yang ngajak rekonsiliasi, yang ngoyak Pak Prabowo, itu kubu mana? Mereka toh. Katanya menang, katanya enggak ada kecurangan, menang telak, ngapain ngajak-ngajak?” kata Amien di Gedung Dewan Dakwah, Jakarta Pusat, pada Sabtu (20/7/2019).

Amien menuturkan, ajakan rekonsiliasi kubu Jokowi itu malah semakin menunjukkan bahwa Jokowi – Ma’ruf Amin menang dengan curang.

“Kalau mereka itu menang sudah pesta pora di mana-mana, tapi ini ingin ketemu,” kata Amien.

Baca Juga :  Viral Bajakah Bisa Obati Kanker, Dekan FKUI Minta Diteliti Lebih Lanjut

Lebih lanjut, ia mengatakan jika ingin rekonsiliasi, maka harus membicarakan visi misi Indonesia terlebih dahulu.

Setelah itu, Amien juga meminta adanya pembagian porsi kekuasaan dengan nilai 55:45, sesuai dengan hasil perhitungan suara versi KPU. Diketahui, Prabowo – Sandiaga Uno memperoleh suara 45 persen pada Pilpres 2019.

Sebab, Amien melihat, Indonesia akan kokoh jika ide-ide kampanye Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno bisa terealisasikan.

Baca Juga :  Pemblokiran Internet di Papua Masih Diperpanjang

“Tapi kalau tidak mau (pembagian jatah), ya sudah kami di luar, oposisi,” ucap dia.

Amien Rais bahkan secara tegas mengatakan bahwa jika ada partai pendukung Prabowo yang tiba-tiba ‘menyeberang’ ke kubu Jokowi, maka dosanya akan menjadi dobel.

“Sungguh aib kalau ada partai pendukung 02, tiba-tiba nyeberang hanya karena satu kursi ecek-ecek, dosanya dua,” kata dia.

www.tempo.co

Iklan
Loading...