JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Kisah Teladan Kakek-Nenek Asal Kalijambe Sragen Wujudkan Mimpi Naik Haji Dari Jualan Bakso Dorong. Bayar Haji Dari Celengan Anak Sapi, di Mekkah Pun Tak Lupa Selalu Berbagi

Mbah Karman Bakso (kiri) dan Johan Wahyudi (kanan) saat berfoto menunaikan ibadah haji di tanah suci. Foto/istimewa
madu borneo
madu borneo
madu borneo

Mbah Karman Bakso (kiri) dan Johan Wahyudi (kanan) saat berfoto menunaikan ibadah haji di tanah suci. Foto/istimewa

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Musim haji 2019 menyisakan cerita keteladanan dari rombongan calon jemaah haji (Calhaj) Kabupaten Sragen. Cerita itu datang dari sudut barat Sragen tepatnya dari Kalijambe.

Ya, di antara 1.116 Calhaj Sragen yang berangkat menunaikan ke tanah suci, ada sosok Mbah Sukarman, yang patut jadi teladan.

Ya, kakek berusia 66 tahun itu tinggal di Wonorejo, Kalijambe, Sragen,Jawa Tengah. Sekarang ini, Mbah Karman dan istrinya, akhirnya mampu mewujudkan mimpinya bisa berangkat menunaikan rukun Islam kelima.

Dia tergabung dalam rombongan Kloter 8 SOC embarkasi Solo. Johan Wahyudi, salah satu anggota rombongan Kloter 8 yang juga asal Kalijambe menuturkan sehari-hari, Mbah Karman berjualan bakso di Semarang.

Bukan menempati kios atau warung tenda, melainkan jualan bakso dorong. Bersama istrinya yang setia membantu.

Hasil jualan bakso tak banyak. Kakek 66 tahun ini selalu menyisihkan sebagian hasilnya. Ditabung hingga mencapai jumlah tertentu.

Baca Juga :  DPRD Sragen Minta Semua Kepala Dinas dan Puskesmas Harus Diswab Dulu. DKK Sebut Sudah 7.775 Warga Diswab Massal dan Masih Terus Jalan!

“Suatu hari, tabungan Mbah Karman ada 6 juta. Ia gunakan uang itu untuk membeli pedhet atau anak sapi. Masih sangat kecil sapinya. Dengan sabar, anaknya di rumah memelihara anak sapi itu,” papae Johan melalui cerita yang ia kirim via pesan WA kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Minggu (28/7/2019).

Hasil jualan yang hanya hitungan ribuan kembali terkumpul Rp 9,6 juta. Lagi-lagi ia belikan sapi. Hingga akhirnya, dua ekor sapi miliknya layak dijual.

Tak disangka, hanya dalam rentang waktu setengah tahun, kedua sapinya terjual lebih dari Rp 45 juta. Rinciannya, sapi yang kecil laku Rp 19 juta, sedangkan sapi yang besar terjual Rp 26,7 juta.

Begitu jumlah uangnya mencapai Rp 51 juta, sepasang kakek-nenek itu pun pergi ke bank. Bukan naik mobil, melainkan motor butut. Keduanya sepakat mendaftarkan haji. Pendaftarannya dilakukan pada 2011 lalu dan akhirnya mendapat jadwal berangkat tahun 2019 ini.

Baca Juga :  Hilang 3 Hari, Tukang Pijat asal Cemeng Sragen Ditemukan Tewas Bunuh Diri di Kuburan. Diduga Pemicunya Karena Ini!

“Kebetulan beliau berdua bersama saya dan 1116 jamaah haji dari Kabupaten Sragen dan satu kloter,” terang Johan.

Selama sekitar sebulan bersamanya, Johan melihat kedua manula ini aktif ke masjid. Baik selama di Madinah maupun Mekkah.

“Satu hal, mereka juga tak lupa menyisihkan sebagian uang riyal untuk diberikan kepada orang-orang miskin yang kadang dijumpainya. Sungguh sesuatu keteladanan yang patut dicontoh. Saya sendiri saksinya,” pungkas Johan.

Petugas di Seksi Penyelenggara Haji dan Umroh Kantor Kemenag Sragen, Fandi Adia Tama membenarkan bahwa Mbah Karman Bakso dan istrinya adalah calhaj asal Kalijambe yang berangkat menunaikan ibadah haji tahun ini. Yang bersangkutan masuk dalam kloter 8.

“Memang kami meminta setiap rombongan membuat laporan kejadian setiap harinya di tanah suci,” tuturnya. Wardoyo