JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Miris, 19 SMPN Pinggiran di Sragen Kekurangan Siswa. Komisi IV: Masyarakat Nggak Yakin Kualitasnya!

Fathurrohman. Foto/Wardoyo
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Fathurrohman. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Banyaknya SMP negeri yang kekurangan siswa hasil PPDB online 2019 menuai tanggapan dari DPRD setempat. Anggota Komisi IV, Fathurrohman menilai banyaknya sekolah pinggiran yang kekurangan siswa dikarenakan pola pikir masyarakat yang tak yakin kualitasnya.

“Kalau dari analisa kami, masyarakat kita belum begitu yakin untuk sekolah di pinggiran karena kualitas,” paparnya Rabu (10/7/2019).

Menurutnya, kebijakan zonasi dengan dalih pemerataan siswa dinilai masih terlalu dini. Sebab faktanya sarana dan prasarana sekolah pinggiran belum ada penyesuaian dan perbaikan.

Termasuk kualitas SDM, guru dan penunjang lainnya, masih terlalu timpang dengan sekolah perkotaan.

“Mestinya ditata dulu, sarpras disamakan dengan standar perkotaan sehingga sekolah pinggiran pun bisa menyesuaikan dan masyarakat akan yakin dan tak ragu menyekolahkan anaknya di smp n di dekatnya,” tandasnya.

Senada, Wakil Ketua DPRD Bambang Widjo Purwanto juga menilai kebijakan zonasi banyak merugikan siswa. Karena yang jadi patokan jarak adalah kantor kelurahan.

Baca Juga :  Beredar Pengakuan Salah Satu Pelaku Perusakan Tugu PSHT di Sragen. Sebut Seseorang Berinisial Pak W Yang Menyuruh Melakukan Perusakan

Akibatnya banyak siswa yang rumahnya secara jarak dekat dengan sekolah fan bisa 0 km, namun karena lokasi kantor kelurahannya muter dan jauh dari sekolah, akhirnya jaraknya jadi jauh.

“Ini yang merugikan siswa. Kemarin ada wali murid nangis karena anaknya gak diterima. Sebenarnya jarak rumahnya sangat dekat dan nginguk (nengok) sekolahan saja kelihatan. Tapi karena yang jadi patokan kantor kelurahan, akhirnya jaraknya malah 4,5 KM dan nggak keterima. Ini kan sangat ironis dan kasihan,” terangnya.

Seperti diberitakan, hasil seleksi secara sistem menunjukkan, ada sebanyak 19 SMP Negeri di Kabupaten Sragen yang masih menyisakan kursi kosong.

Fakta itu terungkap dari hasil seleksi yang sudah diunggah di website resmi ppdb.sragenkab.go.id, Senin (8/7/2019). Data yang dihimpun JOGLOSEMARNEWS.COM , hingga pukul 22.50 WIB, hasil seleksi PPDB online menunjukkan dari 49 SMP negeri yang berpartisipasi dalam PPDB Online, hanya 30 SMP negeri yang kuotanya terisi penuh.

Baca Juga :  Diliputi Wajah Sedih, Keluarga 3 Korban Tewas Kecelakaan Maut Plupuh Sragen Terima Santunan Rp 150 Juta dari Jasa Raharja

Sedangkan 19 SMP lainnya masih menyisakan kursi kosong. Jika dipersentase ada 39 % SMPN yang menyisakan kursi kosong.

Berdasarkan statistik hasil seleksi, 19 SMPN yang tak terisi penuh itu mayoritas berlokasi di kecamatan pinggiran.

Di antaranya SMPN 1 Gesi, SMPN 2 Jenar, SMPN 1 dan 2 Kalijambe, SMPN 2 dan Satap 3 Miri, SMPN 2 Mondokan dan Sambirejo, SMPN 2 Sukodono, SMPN 1 dan 2 Sukodono.

Lantas SMPN di Sumberlawang kecuali SMPN 1 Sumberlawang, SMPN di Tangen dan SMPN 2 Tanon.

Nasib tragis juga dialami SMPN Sragen Bilingual Boarding School (SBBS) Gemolong yang hanya terisi 6 dari 96 kursi yang dibuka.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sragen, Suwardi menyampaikan pengumuman PPDB Online akan diumumkan pada Selasa besok tanggal 9 Juli 2019. Wardoyo