loading...
Loading...
Amanda Trishya Aulia, siswa SMP Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta yang kini menduduki bangku kelas 8 mampu meraih medali dalam Lomba SIMOC (Singapore International Math Olympiad Challenge) yang berlangsung di Singapura, Minggu (7/7/2019). Istimewa

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM– Amanda Trishya Aulia, siswa SMP Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta yang kini menduduki bangku kelas 8 mampu meraih medali dalam Lomba SIMOC (Singapore International Math Olympiad Challenge) yang berlangsung di Singapura, Minggu (7/7/2019). Amanda meraih bronze untuk kategori Math Olimpiad dan gold untuk Math Warior.

Aryanto selaku Humas sekolah mengaku bangga terhadap prestasi yang diraih oleh siswanya karena sudah mampu mengharumkan nama bangsa negara dan sekolah tercinta.

“Amanda memang siswa yang cerdas karena terbukti di kelas 7 mampu meraih peringkat 3 besar di kelas. Prestasi Amanda di tingkat internasional ini sudah menunjukkan kapasitas kemampuannya dalam bidang Matematika,” ungkapnya kepada media.

Amanda (panggilan akrabnya) sebelumnya mampu meraih medali emas dalam perlombaan SASMO yang untuk wilayah Solo digelar di SD Kanisius Surakarta beberapa waktu lalu. Tiket medali emas itu yang mengantarkan Amanda menuju perlombaan SIMOC di Singapura.

Baca Juga :  Pemda Tabrauw Papua Studi Banding Sekolah Layak Anak di SD Marsudirini Surakarta

Dara kelahiran Surakarta, 17 Maret 2006 tersebut mengaku sangat menggemari mata pelajaran Matematika. Padahal, mapel tersebut menjadi momok bagi siswa yang lain.

“Ya, memang Matematika itu susah, tetapi kalau sudah senang dengan hitung-hitungan pasti tetap suka untuk mencoba dan mencoba lagi,” ceritanya sambil tersenyum.

Putri dari Santoso Tri Hananto tersebut, memilik tips dan trik agar mampu menaklukan tantangan-tantangan dalam setiap perlombaan Matematika.

“Kuncinya adalah sering-sering latihan soal karena hampir tiap lomba mengeluarkan model soal yang berbeda-beda. Kalau belum pernah mengikuti jenis lomba maka ya cari dulu soal-soal dari tahun-tahun sebelumnya,” ungkapnya.

Ia pun menambahkan bahwa agar bisa menjadi juara perlu kerja keras dan tekun. Kadang meskipun sudah latihan soal terus menerus dan usaha keras belum dapat juara. Maka yang kita perlukan hanya satu yaitu tetap semangat. Kita pahami juara adalah bonus dari kerja keras.

Baca Juga :  Mendikbud Nadiem Makarim Luncurkan Program "Merdeka Belajar", Mulai 2021 Tak Ada Lagi UN

Tentang cita-cita, Dara yang hobi Matematika itu pun mengaku masih belum bisa memastikan besok mau jadi apa.

“Jujur nih keinginanku banyak hehehe pengen jadi desainer interior, punya kafe hehehe,” ungkapnya dengan guyonan.

Aryanto pun berharap prestasi yang mampu diraih Amanda di kancah perlombaan internasional mampu memberikan motivasi bagi siswa yang lain untuk giat belajar dan berprestasi. Triawati PP

Loading...