loading...
Loading...
Nenek asal Sragen Kulon saat hadir di Polsek Sragen untuk dimediasi dengan adik iparnya (kiri) yang dilaporkan atas dugaan melakukan perbuatan tidak menyenangkan gara-gara celana kolor. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM- Seorang Ketua RW di wilayah Sragen Kulon berinisial S (65) dilaporkan ke Polsek Sragen. Pensiunan PNS itu dilaporkan atas tuduhan telah melakukan perbuatan kekerasan dan penghinaan terhadap kakak iparnya sendiri yang sudah lanjut usia.

Permasalahannya pun hanya sepele. Korban yang diketahui bernama Sug (70) kehilangan satu celana kolor yang dijemur di jemuran dan menanyakan kepada istri S apakah mengetahui celana kolor di jemuran.

Namun pertanyaan itu justru dibalas dengan labrakan. Terlapor merasa pertanyaan itu sebagai tuduhan dan kemudian melabrak saudara yang tinggal berselahan rumah dan kemudian melakukan aksinya.

Kasus itu mencuat setelah terlapor dipanggil ke Polsek Sragen. Menurut penuturan keluarga korban, mereka nekat melaporkan saudara ipar itu lantaran tak terima perlakuan terlapor yang dianggap sudah kelewat batas.

Baca Juga :  Misteri Pencuri Cantik Yang Tertangkap di Pasar Bunder Sragen. Ternyata di Dompetnya Banyak Uang, Suaminya Sebut Baru Saja Dibelikan Mobil Baru

“Ibu saya diludahi dan kemudian dikata-katai kasar. Lalu dilempar ikrak (tempat sampah) nyerempet pipi. Siapa yang terima Mas. Sudah ibu itu tinggal sendirian, sudah tua, masih dikata-katain kasar dan diludahi. Sempat mau dikoplok tapi dilerai bibi saya (adik korban),” ujar Sum, putri sulung korban kepada wartawan, Rabu (10/7/2019).

Sum menuturkan insiden perbuatan tak menyenangkan itu terjadi pada Senin (8/7/2019) petang di rumah ibunya sekitar pukul 17.00 WIB. Ia menuturkan ibunya, terlapor dan bibinya sebenarnya tinggal berderet dan berdekatan.

Selama ini jemuran ketiga saudara itu jadi satu. Sum menjelaskan insiden hilangnya kolor Mbah Sug itu sebenarnya terjadi sudah beberapa pekan sebelumnya.

Kolor yang sempat raib itu kemudian ditemukan oleh bibinya, atau adik Mbah Sug yang tinggal di sebelahnya.

Baca Juga :  Kisah Pilu Korek Sebatang Ludeskan Pabrik Rp 24 Miliar di Sragen. Tersangka Ternyata Sudah Daftar Umroh Dari Tabungan Hasil Bertani dan Kini Hanya Pasrah Terancam 5 Tahun Penjara 

“Sebenarnya Ibu itu cuma nanya ke istri Pak S, apa ketutan celana kolor. Apa salahnya wong nanya. Lha dikira malah nuduh mencuri,” urai Sum.

Atas kejadian itu, Sum dan ibunya kemudian melapor ke Polsek Sragen Kota, Senin (8/7/2019). Esok harinya, terlapor langsung dipanggil ke Polsek dan dilakukan mediasi.

Sempat berkilah, terlapor akhirnya mengakui dan memintaa maaf di hadapan polisi.

Sum menuturkan setelah dilakukan mediasi dipimpin Kapolsek Iptu Mashadi, akhirnya permasalahan selesai dengan dibuatkan surat pernyataan selesai kekeluargaan dan tidak mengulangi lagi.

Selain itu, terlapor berjanji tidak akan mengulangi dan jika diulangi maka bisa diproses hukum.

“Kami berharap agar kejadian ini jadi pembelajaran dan perhatian. Jangan semena-mena. Ibu saya itu sudah tua, nggak mudeng apa-apa, hanya gara-gara nanya celana di jemuran saja sampai diperlakukan begitu. Mestinya sebagai Ketua RW, kan bisa momong warga dan jadi panutan,” terang Sum.

Baca Juga :  Kisahnya Viral, Rumah Nikolas Saputra, Bocah Penjual Es Lilin Asal Jenar Sragen Mendadak Didatangi Banyak Polisi. Kapolres Langsung Bawakan Hadiah Ini! 

Terpisah, Kapolres Sragen AKBP Yimmy Kurniawan melalui Kapolsek Sragen Kota, Iptu Mashadi membenarkan memang menerima aduan soal perselisihan antar saudara di Kampung Talangrejo itu.

Menurutnya persoalan itu sudah diselesaikan dengan mediasi dan sudah sepakat berdamai dengan surat yang ditandatangani kedua belah pihak.

“Sudah selesai secara damai. Kemarin kami lakukan mediasi dan sudah ada permintaan maaf. Himbauan kami, kalau ada persoalan di lingkungan, sebaiknya diselesaikan secara baik-baik, jangan main anarkis dan jangan mengedepankan emosi. Kalau bisa, proses hukum itu jadi pilihan terakhir saja,” tandasnya. Wardoyo

Loading...