loading...
Loading...
Tersangka saat diamankan di Polsek Mondokan. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM- Kasus pengeroyokan sadis yang menimpa pemilik peternakan ayam di Trombol, Mondokan akhirnya terungkap.

Tak butuh waktu lama, polisi berhasil mengungkap dan menangkap otak utama aksi pengeroyokan juragan ayam bernama Pastoni (28) itu.

Tersangka diketahui masih di bawah umur berusia 18 tahun. Tersangka utama itu berinisial MIM (18) asal Dukuh Bonagung, Desa Bonagung, Tanon.

Data yang dihimpun Joglosemarnews.com, tersangka dibekuk di jalan raya Solo-Purwodadi.  Yang bersangkutan juga terdeteksi tinggal di Desa Sindurejo, Kecamatan Torog, Kabupaten Grobogan.

Penangkapan dilakukan Selasa (16/7/2019) atau kurang dari 24 jam pasca kejadian.

“Iya benar. Tersangka sudah diamankan di jalan Solo-Purwodadi. Dia juga punya alamat tinggal di Toroh, Grobogan. Tapi alamatnya juga ada di Bonagung, Tanon. Saat ini tersangka sudah diamankan untuk menjalani proses hukum,” papar Kapolres Sragen, AKBP Yimmy Kurniawan melalui Kasubag Humas AKP Agus Jumadi, Rabu (17/7/2019).

Baca Juga :  Sembelih 5 Ekor Sapi dan 10 Kambing, Kapolres Sragen Berharap Momentum Kurban Buat Personel Menjadi Pribadi Lebih Baik 

Tersangka ditangkap berkat keterangan korban yang sempat mengenali ketika tersangka dan satu temannya mendadak datang lalu mengeroyoknya.

Dari situlah, identitas tersangka kemudian terlacak dan dilakukan pengejaran.

Tersangka bakal dijerat dengan pasal 170  ayat 2 ke-(1) sub pasal 170 ayat 1 KUHP tentang kekerasan terhadap orang secara bersama-sama di muka umum.

MIM merupakan otak utama aksi pengeroyokan yang disebut-sebut dipicu masalah asmara itu. Saat beraksi, MIM sempat mengaku sebagai pacar dari ABG berinisial RN (17), siswi asal Gemantar, Mondokan dan ingin membuat perhitungan dengan korban.

Baca Juga :  Pengeroyokan Berdarah Warga PSHT di Ngrampal Sragen, Wasekjen LKBH PSHT: Semoga Kasus Ini Yang Terakhir! 

Aksi pengeroyokan sendiri bermula sekira pukul 01.00 WIB, korban tidur di kandang ayam miliknya yang berkonstruksi panggung.

Saat itu, korban berjaga dan tidur di kandang bersama dua orang temannya berinisial RW dan RF (17).

Sekitar pukul 02.30 WIB, korban mendadak didatangi dan dibangunkan oleh 2 orang laki-laki tak dikenal. Salah satunya mengaku sebagai pacar seorang siswi berinisial RN (17).

Tanpa basa-basi, kedua pelaku yang diperkirakan berusia remaja itu kemudian membangunkan korban dan menyeret tubuhnya turun ke tangga.

Baca Juga :  Aksi Pencurian di Sragen Kembali Merajalela. Kios di Ngrampal Dibobol, Uang dan Dagangan Puluhan Juta Disikat Pencuri 

Setelah itu, korban dibawa keluar kandang tepatnya di depan pintu kandang.

Di situlah korban dipukuli dan ditendang beberapa kali secara bergantian oleh kedua pelaku hingga terkapar. Berondongan pukulan itu diarahkan ke bagian wajah dan perut, hingga mengakibatkan mata korban sebelah kiri bawah luka lebam.

Lalu mengalami luka di bagian kaki sebelah kanan dan mengalami sesak nafas.

Setelah puas menghajar korban, kedua pelaku kabur. Mengetahui rekannya terluka, kedua temannya lalu membawa korban ke Klinik Wahyu Arga Medika di Mondokan Sragen. Wardoyo

 

Iklan
Loading...