JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Parah, 123 Desa di Sragen Belum Cairkan Dana Desa dan ADD Tahap Dua. Bupati Minta Semua Camat Beri Pendampingan 

Ilustrasi Dana Desa
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Ilustrasi Dana Desa

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Pemkab Sragen mengingatkan 123 desa untuk segera mempercepat proses pengajuan agar segera bisa mencairkan dana desa (DD) dan alokasi dana desa (ADD).

Pasalnya, hingga kini, 123 desa itu belum mencairkan DD tahap kedua dan ADD di tahun 2019. Data itu terungkap ketika digelar pameran bursa inovasi desa (BID) yang digelar di Desa Jirapan, Kecamatan Masaran, Senin (29/7/2019).

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Sragen Joko Suratno, menyampaikan dari catatan di PMD, sampai akhir pekan lalu masih terdapat 55 desa yang belum mencairkan Dana Desa tahap dua.

Begitu pula ada 68 desa hingga kini juga belum mencairkan Alokasi Dana Desa.

Menurutnya, dari 196 desa yang mendapat Dana Desa, baru tersalur 141 desa. Sedangkan alokasi dana desa baru tersalurkan di 128 desa.

Baca Juga :  Terungkap, Aksi Perusakan Tugu PSHT di 3 Kecamatan di Sragen Libatkan Rombongan IKSPI. Diduga Untuk Show Of Force, Sempat Kocar-Kacir Dihalau Polisi Hingga Puluhan Motor Ditinggal

Pihaknya meminta para Kades untuk segera mencairkan ADD maupun DD tahap dua 2019.

Mengingat sebentar lagi akan berlangsung Pilkades serentak, sehingga waktu berhimpitan itu pihaknya khawatir akan mengganggu proses program desa.

Joko menargetkan pencarian dana desa tahap dua ini selesai 31 Juli, sementara nanti tahap 3 selesai 31 Oktober. Dengan begitu pada akhir tahun tinggal fokus pada penyempurnaan administrasi.

“Terus-menerus kami memberikan dorongan kepada camat Kades dengan harapan selesai tepat waktu. Karena waktu berhimpitan dengan Pilkades maka pada saatnya nanti DD dan ADD selesai Juli ini. Estimasi kita DD tahap ke tiga bulan Oktober selesai dan akhir tahun penyempurnaan administrasi,” paparnya kepada wartawan.

Joko mengungkap berbagai persoalan di balik molornya pencairan DD/ADD ini. Di antaranya di desa itu dalam pengerjaan proyek fisik atau non fisik mempertimbangkan sesuatu seperti membuat talut, saluran harus menunggu kering.

Baca Juga :  Innalillahi, Kakek 77 Tahun PDP Corona Asal Gemolong Sragen Meninggal Dunia. Jadi Korban Meninggal ke-25, Begini Riwayatnya!

Ada lagi masih menunggu kesiapan seperti pembangunan RTLH, karena menunggu dukungan masyarakat sekitar dan finansial penerima bantuan.

Menurut Joko untuk pencarian DD tahap kedua, Desa harus sudah memanfaatkan Dana Desa tahap pertama minimal 70 persen.

“DD siap tapi dana gotong royong 10 juta belum siap kan desa ndak berani (mencairkan-red). Saya kira bukan yang fatal hanya persoalan teknis saja,” tuturnya.

Sementara itu Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengingatkan kepada para Kades agar segera melaksanakan anggaran sesuai target. Selain itu meminta semua camat untuk melakukan pendampingan kepada desa. Wardoyo