JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Pesona Candi Cetho Bakal Beredar di 12 Negara. Karanganyar Mulai Go Internasional? 

Ilustrasi Candi sukuh
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Candi sukuh

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM Keindahan Candi Cetho di Karanganyar rupanya memiliki daya tarik tersendiri di kalangan wisatawan asing. Keberadaan candi yang berada di Kecamatan Jenawi itu juga bakal makin tersohor setelah baru-baru ini mendapat kunjungan istimewa dari delegasi 12 negara.

Bahkan, perwakilan duta besar dari 12 negara itu siap untuk menyebar land scape Candi Cetho di website kedubes negara mereka.

” 12 Duta Besar itu akan memasang di website Kedubes mereka dan itu disebarluaskan ke negaranya masing-masing. Tentu kami berharap, semakin menduniakan Karanganyar dan Candi Ceto ini,” papar Kepala Subdit Ekonomi dan Pembangunan, Direktorat Diplomasi Publik, Wahono Yulianto kepada wartawan kemarin.

Baca Juga :  Hujan Badai Landa Puncak Lawu, Evakuasi Jasad Pendaki yang Tewas Sempat Terkendala. Evakuasi Sudah Berlangsung Hampir 4 Jam

Ia menguraikan 12 duta besar itu berkunjung ke Candi Cetho pada Jumat (5/7/2019). Mereka masing-masing dari Armenia, Morocco, Chile, Mesir, Bosnia Herzegovina, Fiji, Belarus, Papua New Guinea, Myanmar, Croatia, Malaysia dan China.

Dalam kunjungannya, para duta besar itu menyempatkan berkeliling di komplek wisata Candi Cetho sambil mengenal simbol-simbol yang dijelaskan oleh pemandu.

Mereka dijamu di Bali Ndeso Resto Ngargoyoso Karanganyar. Wahono menambahkan pihaknya mengapresiasi positif kunjungan dari 12 duta besar itu.

Baca Juga :  Diduga Tersesat, Pendaki Muda Ditemukan Tewas di Gunung Lawu Karanganyar. Korban Ditemukan Tak Bernyawa di Jalur Pendakian Gegerboyo

Karena kehadiran mereka diharapkan dapat membantu mempromosikan Kabupaten Karanganyar ke dunia internasional.

“Terutama destinasi wisatanya serta komoditasnya. Harapannya dapat membuka pintu atas jalinan kerjasama dengan beberapa negara. Maka akan makin membuka kesempatan market place komoditi bagi pertanian dan lainnya. Serta bisa dikenal oleh luar negeri. Ini akan memutus rantai distribusi. Petani bisa bertemu dengan buyer (pembeli) langsung,” ungkapnya. Wardoyo