Beranda Edukasi Pendidikan Piknik Anak Hebat, Alternatif Cara Belajar yang Menyenangkan

Piknik Anak Hebat, Alternatif Cara Belajar yang Menyenangkan


loading...
Loading...
Sebanyak 60 orang yang terdiri dari 30 anak dan 30 orangtua mengadakan kegiatan bernama bernama Piknik Anak Hebat (PAH), Rabu (10/7/2019). Mereka mengunjungi Museum Keris dan Museum Privat Tumurun. Istimewa

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Sebanyak 60 orang yang terdiri dari 30 anak dan 30 orangtua mengadakan kegiatan bernama bernama Piknik Anak Hebat (PAH), Rabu (10/7/2019). Mereka mengunjungi Museum Keris dan Museum Privat Tumurun.

Kegiatan ini bukan yang pertama, karena tahun lalu tepatnya 22 Juli 2018 mereka telah mengadakan kegiatan yang sama. Untuk diketahui pada PAH perdana mereka mengunjungi tempat-tempat ibadah dan tempat bersejarah di kota Solo.

Dalam keterangan tertulis kepada Joglosemarnews.com, Koordinator kegiatan Riandini Tri Astuti mengatakan mayoritas peserta sama dengan peserta tahun lalu, dan bisa dibilang sebagai “reuni”

 

Kegiatan PAH Sebagai Alternatif Cara Belajar yang Menyenangkan

Koordinator kegiatan, Riandini Tri Astuti, menyampaikan bahwa tujuan dari kegiatan PAH yang telah terselenggara dua kali ini adalah selain untuk mengisi liburan sekolah dengan kegiatan yang positif dan menyenangkan, juga sebagai pilihan atau alternatif bagi anak-anak untuk belajar hal baru.

Di Museum Keris, misalnya. Anak-anak memiliki pengalaman visual dan motorik tentang keris karena mereka melihat, menyentuh, dan mendengarkan penjelasan secara langsung. Pun di Museum Tumurun. Anak-anak diajak mengenal dan melihat dengan lebih dekat karya seni, khususnya seni rupa dan instalasi, beserta seniman pengkaryanya. Tidak hanya itu, anak-anak juga diberi pemahaman tentang bagaimana cara menghargai sebuah karya.

Baca Juga :  Kerabmaru Akrabkan Mahasiswa Baru dengan Lingkungan Kampus

Gaya pendidikan seperti ini mempertegas kembali bahwa di luar pendidikan formal, terdapat banyak sekali hal yang dapat dijadikan media belajar bagi anak-anak. Belajar bukan lagi terbatas pada ruang tertentu dan masih dengan cara membayangkan atau menerawang.

Riandini beharap kegiatan Piknik Anak Hebat ini dapat berumur panjang agar dapat menjangkau lebih banyak peserta dan memberi lebih banyak manfat.

 

Berkunjung ke Museum Keris

Keris merupakan salah satu benda yang sangat dekat dengan kebudayaan masyarakat Jawa, namun akses informasi tentang keris itu terbatas, lebih-lebih untuk anak-anak. Maka, mengunjungi Museum Keris menjadi salah satu pilihan yang mudah untuk mengenal keris lebih dekat.

Masuk dengan biaya Rp 7.500 per orang, pengunjung disuguhkan suasana museum yang nyaman, bersih, dan terawat. Pengunjung juga dilayani oleh petugas yang ramah, bersahaja, dan sangat membantu. Kesan umum tentang museum yang kuno dan membosankan, tidak ditemukan di museum ini.

Baca Juga :  Aliansi Masyarakat Solo (AMS) Minta DPR Segera Sahkan RUU PKS

Seluruh peserta begitu menikmati setiap pemandangan koleksi keris yang tertata rapih dan menyimak penjelasan yang sangat baik dari tour guide museum mengenai sejarah, proses pembuatan, hingga cerita-cerita menarik di balik keris itu sendiri.

Salah satu hal yang menarik dari kunjungan ke Museum Keris adalah saat peserta diajak melihat keris milik pribadi Presiden Joko Widodo yang dihibahkan ke museum. Di titik ini, peserta melakukan foto bersama.

“Aku sangat senang berkunjung ke Museum Keris. Di sana, aku bisa melihat-lihat keris milik Bapak Joko Widodo. Di sana aku melihat kerisnya berbelok-belok. Aku bisa mengetahui pembuatan keris. Terima kasih, Piknik Anak Hebat.”, tulis Naura (7) dalam secarik kertas usai melakukan kunjungan.

 

Berlanjut ke Museum Privat Tumurun

Hampir seluruh peserta belum pernah mengunjungi, bahkan, tidak sedikit yang baru mengenal museum privat milik Iwan Kurniawan Lukminto ini.

Museum Tumurun tidak menarik biaya kunjungan, namun mewajibkan calon pengunjung melakukan registrasi via on-line. Museum Privat Tumurun menyuguhkan koleksi karya masterpiece seniman rupa Indonesia.

Baca Juga :  Mapala Mozart Unisri Gelar Donor Darah

Memasuki Museum Tumurun, peserta disambut dengan instalasi berjudul “Changing Perspective” karya seniman Wedhar Riyadi berbentuk susunan bola mata dengan tinggi 7 meter yang menjadi ikon museum. Lewat pemandangan banyak karya seni, anak-anak dimanjakan penglihatan dan perasaannya.

Mengunjungi Museum Privat Tumurun menjadi salah satu pilihan yang mudah untuk memberikan pendidikan seni kepada anak-anak. Karena seturut dengan nasihat Ki Hadjar Dewantara, pendidikan seni penting untuk anak-anak bukan untuk menjadikannya seniman melainkan untuk memperhalus rasa dan kepekaannya.

Tidak hanya anak, orang tua pun tidak ketinggalan menuliskan impresi dan harapannya terhadap kegiatan PAH ini. “Terima kasih tak terhingga untuk panitia acara Piknik Anak Hebat yang ke-2 ini. Acara mengunjungi kedua museum yang sangat mengedukasi anak-anak saya. Piknik luar biasa yang bisa mempertemukan kami semua dalam acara bermanfaat. Semoga bisa menjadi jembatan ilmu buat anak-anak kami ke depan dan menjadi ajang silaturahmi dan komunitas yang positif.”, tulis Emi Dwi Mahanani, salah satu peserta orang tua. Marwantoro S

 

Loading...