loading...
Foto/Humas Polda

PATI, JOGLOSEMAR NEWS.COM Anggota Perguruan Silat Cempaka Putih bersama warga Dukuh Jenon, Desa Giling, Kecamatan Gunungwungkal, Pati, dikejutkan dengan tindakan anggota Polsek setempat yang dipimpin Kapolsek, Iptu Agus Pranowo.

Sebab, di tengah mereka kerja bakti membuat tempat pusat latihan, tapi ”digerebeg” dan seluruhnya diperintahkan berhenti.

Bagi mereka yang tidak tahu ujung pangkalnya, ada permasalahan apa sampai Polisi itu berdatangan ke lokasi, tempat kerja bakti.

Padahal gedung yang tengah dalam proses pembangunan itu sudah lama dirintis sebagai tempat berlatih anggota perguruan silat agar mempunyai tempat yang cukup representatif.

Akan tetapi, kata Iptu Agus Pranowo, setelah mereka diberikan penjelasan maksud kedatangannya bersama anggota, untuk diajak memanjatkan doa bersama dalam rangkaian peringatan Ke-73 HUT Bhayangkara, akhirnya semua warga baru bisa memahami sehingga merasa lega.

Baca Juga :  Awas, 12 Jenis Ikan Laut Ini Tak Boleh Ditangkap dan Dijual. Nekat Nangkap, Bakal Denda Rp 250 Juta

Karena itu, bekal nasi bungkus bersama ”ambeng” dipersiapkan dan dibawa ke lokasi pun diturunkan dari kendaraan.

Lagi pula ”pendadak” seperti itu, adalah hal biasa bagi jajaran kepolisian untuk mengecek sejauh mana kesiapan personel kalau sewaktu-waktu harus diterjunkan ke lapangan, kapan dan di mana saja.

”Hanya jika yang didadak seperti itu, adalah warga memang sempat terkejut karena mendadak ramai-ramai didatangi polisi,” ujarnya.

Karena itu, Agus Pranowo menambahkan pihaknya pun tidak berlama-lama dalam ”sandiwara” tersebut.

Setelah itu tikar yang sudah dipersiapkan pun digelar, semua berkumpul jadi satu dalam keakraban dan kebersamaan antara polisi dan masayarakat.

Baca Juga :  Hujan Tak Henti-Henti, Banjir Bandang Landa Sejumlah Wilayah di Pati. Sejumlah Kendaraan Terendam

Berikutnya doa pun dipanjatkan bersama-sama memohon kepada Allah SWT, agar situasi kemanan dan ketertiban di wilayah hukum Polsek Gunungwungkal tetap kondusif.

”Demikian pula, kita juga mendoakan untuk tetap utuhnya kesatuan dan persatuan NKRI yang sudah menjadi harga mati,” tandas Agus Pranowo. JSnews