loading...
Loading...
Para tokoh masyarakat, RT, Perdes dan Muspika saat menghadiri peresmian gedung aula Balai Desa Tegalrejo nan megah, Minggu (21/7/2019) malam. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM- Suasana meriah terlihat di Balai Desa Tegalrejo, Kecamatan Gondang, Minggu (21/7/2019) malam. Para perangkat desa, Ketua RT dan tokoh masyarakat memenuhi ruangan aula balai desa yang malam itu tampak kinclong.

Ya, gedung aula berkonstruksi modern itu memang barusaja diresmikan. Bangunan lama yang sebelumnya sempat ambruk plafonnya sebulan silam, kini sudah berubah wajah menjadi aula yang megah dengan pintu kaca.

Wajah baru gedung aula itu melengkapi kompleks balai desa yang juga sudah dipermak menjadi bagus.

Menariknya, aula itu dibangun secara gotong royong oleh warga setempat. Yang bikin salut, ternyata semua pendanaan digawangi dari kocek pribadi Heru Setyawan, sang kades yang belum lama ini purna tugas.

Setelah jadi, sang Kades yang dikenal merakyat itu, juga rela menghibahkan aula yang dibangunnya dengan menghabiskan sekitar Rp 120 juta itu tanpa minta pengembalian sepeser pun dari desa.

“Iya, kemarin begitu atapnya roboh, warga dari berbagai kebayanan langsung bergotong royong membersihkan puing-puing. Lalu Pak Wawan (Heru Setyawan) berinisiatif mendanai semua pembangunannya. Alhamdulillah berkat gotong warga dan kebaikan Pak Wawan, aula balai desa selesai hanya dalam 30 hari. Dan warga sangat berterimakasih karena Pak Wawan menghibahkan penuh aula ini tanpa minta uangnya dikembalikan serupiah pun,” papar salah satu Kadus setempat, Sugi.

Baca Juga :  PDIP Sragen Resmi Tunjuk Nama Ini Sebagai Pimpinan Sementara DPRD 2019-2024. Setwan Tunggu Kandidat dari PKB 

Dalam sambutannya, Wawan (sapaan akrab Heru Setyawan) yang tadi malam turut diundang, menyebut sebuah anugerah, gedung aula yang sebelumnya roboh, akhirnya bisa dibangun megah hanya dalam kurun 30 hari.

Menurutnya, hal itu tak lepas dari kekompakan warga yang tetap berbesar hati dan guyub rukun untuk bangkit dari cobaan dengan bergotong royong membangunnya kembali. Soal dana untuk membangun, ia tak menampik diambilkan dari pribadinya sebagai wujud kecintaan kepada warga dan desanya.

“Ini anugerah dari Allah karena berkat panyengkuyung (dukungan) panjenengan semua, hanya dalam 30 hari, aula yang kemarin sempat roboh, kini sudah megah lagi. Yang dulunya kayu, sekarang jadi baja ringan. Mudah-mudahan apa yang saya hibahkan ini bisa bermanfaat untuk masyarakat dan ini wujud kecintaan saya kepada panjenengan semua dan Desa Tegalrejo tercinta ini,” tuturnya.

Baca Juga :  Kecelakaan Terbaru Sragen, Siswi Asal Sambirejo Hilang Kendali dan Gasak Nenek-nenek Hingga Patah

Ia berharap dengan selesainya pembangunan aula itu, pihak Pemdes segera menyelesaikan administrasi penghibahan sesuai prosedur yang berlaku.

Heru Setyawan saat menyerahkan potongan tumpeng peresmian aula kepada PJ Kades Tegalrejo. Foto/Wardoyo

Tak hanya itu, Wawan juga menyampaikan penghibahan itu bukan kali pertama dilakukannya untuk desa. Sebab sebelumnya ia juga sudah menghibahkan dua bidang tanah miliknya untuk pemakaman umum warga.

Yakni 1.700 m2 untuk tanah pemakaman umum (TPU) Sambung Blader yang diperuntukkan bagi warga Dukuh Wates, Blader, Grenjengan pada khususnya dan umumnya warga satu desa Tegalrejo.

Serta 2.400 m2 tanah miliknya juga dihibahkan untuk TPU Plandi yang dibangun untuk warga Dukuh Soko, Gombelan dan umumnya Desa Tegalrejo.

Ia juga menyampaikan di paruh kedua 2019 ini, total masih ada Rp 1,6 miliar dana bantuan keuangan khusus (BKK) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) yang akan diterima Pemdes Tegalrejo untuk pembangunan.

Baca Juga :  Rawan Untuk Kampanye Calon Kades Petahana, DPRD Sragen Desak Pemkab Setop Pencairan Bankeu dan ADD ke Desa!

Menurutnya gelontoran bantuan yang diperjuangkan di akhir masa jabatannya itu juga sudah tersedia di rekening desa dan tinggal direalisasikan.

“Ini semata-mata wujud kecintaan saya kepada warga semuanya. Mungkin apa yang saya berikan dan lakukan ini tidak seberapa, tapi setidaknya mudah-mudahan bisa bermanfaat bagi warga dan kemajuan desa,” terangnya.

Kadus Sugi membenarkan hibah dua bidang tanah dari Heru Setyawan untuk makam tersebut. Menurutnya, sebelumnya makam yang ada di dua titik itu sudah penuh.

Peresmian aula malam tadi juga dihadiri pejabat Muspika Gondang. Sekcam Gondang, Darmadi yang hadir mewakili camat, mengapresiasi selesainya pembangunan gedung aula itu. Ia berharap pihak desa segera menyelesaikan administrasi hibah sesuai dengan tata kelola yang pemerintahan yang baik.

“Malam ini gedung aula sudah megah, yang kemarin sempat ambruk, dengan cepat sudah bisa dibenahi. Harapan saya, segera diselesaikan administrasinya karena tata kelola pemerintahan yang akuntabel dan bisa dipertanggungjawabkan itu semua harus pakai administrasi,” tandasnya. Wardoyo

 

Iklan
Loading...