JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Terbongkar Sembunyikan Anggaran, Papan Proyek Pasar Tunggul Sragen Langsung Diganti. Dinas Bakal Terjun dan Panggil Rekanan

Papan proyek Pasar Tunggul Gondang yang lama tanpa anggaran (kiri) dan yang sudah diganti (kanan). Foto kolase/Wardoyo
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Papan proyek Pasar Tunggul Gondang yang lama tanpa anggaran (kiri) dan yang sudah diganti (kanan). Foto kolase/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Usai menjadi sorotan karena tertangkap menyembunyikan anggaran, pihak rekanan pelaksana proyek revitalisasi Pasar Tunggul, di Desa Tunggul, Kecamatan Gondang, Sragen langsung mengganti papan proyek.

Sementara, pihak Dinas Perdagangan berencana mengecek ke lapangan dan memanggil rekanan proyek untuk mengetahui lebih detail temuan dan aduan soal kinerja rekanan yang disorot tak profesional.

Pantauan di lapangan, papan informasi proyek yang sebelumnya tidak ada anggarannya, kini sudah diganti dengan papan yang memuat anggaran.

Baca Juga :  Cerita di Balik Temuan 2 Mahkluk Jenglot Yang Gemparkan Sragen. Air di Sekitarnya Mendadak Seperti Mendidih, Warga Sempat Ketakutan Tak Ada Yang Berani Mengambil

Dalam papan terbaru, tercantum anggaran proyek Pasar Tunggul itu sebesar Rp 1.141.870.000 dari sumber dana DAK.

Proyek berdurasi 120 hari dan dikerjakan oleh CV Sumber Rejeki selaku rekanan pemenang lelang.

“Ya benar, memang sudah diganti papannya. Sekarang sudah ada tulisan nominal anggarannya,” papar Agus Triyono, Koordinator LSM Team Operasional Penyelamatan Aset Negara (Topan-RI), Rabu (31/7/2019).

Sementara, Plt Kepala Dinas Perdagangan Sragen, Tatag Prabawanto mengatakan akan segera mengecek ke lokasi perihal pengerjaan proyek yang banyak disorot karena kualitasnya dianggal asal-asalan itu.

Baca Juga :  Sering Bikin Geger, Bupati Sragen Tegaskan Tak Ada Lagi Izin Pendirian Tugu Perguruan Silat. Tugu Yang Ada Bisa Dirobohkan Jika Ada Pelebaran!

“Segera kami cek ke sana. Nanti biar tahu mana yang salah dan perlu dibenahi,” paparnya.

Selain itu, dinas juga akan memanggil rekanan pelaksana. Jika memang ada kekurangan atau kesalahan dalam konstruksi maupun kualitasnya, rekanan akan diminta segera memperbaiki sesuai spek.

“Kami enggak punya kepentingan apa-apa, yang jelas apapun proyeknya, pengerjaan dan kualitas bangunan ya harus dijaga dengan baik sesuai spesifikasi teknisnya,” tandasnya. Wardoyo