loading...
Loading...
Sejumlah pedagang sapi di Pasar Nglangon Sragen terpaksa membawa pulang dagangan sapi untuk kurban karena terlalu besar. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Menjelang hari raya Idul Adha, ratusan sapi menyerbu Pasar Hewan Nglangon, Sragen. Meski demikian, para pedagang mengaku terpaksa membawa pulang dagangan sapinya kembali karena ukuran terlalu besar dan tak masuk kalkulasi pembeli.

“Saya bawa pulang semua Mas. Tadi nggak bisa jual. Yang banyak dicari harga Rp 19 juta-21 juta. Punya saya harganya Rp 26-27 juta. Pada nggak berani,” ujar Marno, pedagang sapi asal Kedawung, Sragen kemarin.

Ia menuturkan ada enam sapi yang dibawanya dan terpaksa semua dikandangkan lagi. Menurutnya, menjelang hari raya Kurban, permintaan sapi memang meningkat.

Akan tetapi tak semua sapi gemuk bisa laku karena harganya terlalu tinggi. Ia mengakui menjelang kurban harga memang naik sekitar Rp 2 juta di banding hari biasa.

“Permintaan memang tinggi. Tapi ya itu tadi, harganya kadang yang nggak sesuai dengan uang pembeli,” tuturnya.

Baca Juga :  Innalillahi, Nenek 54 Tahun di Mondokan Sragen Nekat Bunuh Diri. Ditemukan Nggantung di Ruang Salat

Senada, Warsono, pedagang asal Tangen Sragen juga membawa pulang enam ekor sapinya dari sembilan yang dipajang ke pasar. Enam ekor itu terpaksa dipulangkan lagi karena harganya juga di atas kemampuan pembeli.

“Hari ini agak kendor. Nggak ada yang beli. Saya bawa 9 cuma laku 3. Karena harga yang dicari paling banter Rp 21 jutaan, saya bawanya yang di atas itu. Kalau harga sebenarnya ada kenaikan Rp 1,5 juta dari hari biasa. Tapi tahun ini memang agak sepi karena mbarengi anak masuk sekolah ini,” tuturnya.

Petugas Pasar Nglangon dari Disnakkan, Sragen, Widodo mengakui memang ada peningkatan jumlah sapi menjelang hari raya Kurban. Jika pasaran biasa hanya 300 sapi, menjelang kurban saat ini jumlah sapi yang masuk mencapai 450-500 ekor.

Kalau dari segi harga, menurutnya ada kenaikan di kisaran Rp 500.000 sampai Rp 1 juta. Harga yang paling dicari adalah kisaran Rp 19-21 juta.

Baca Juga :  Usai Kasus Teror Jilbab, Kepala Sekolah dan Semua Siswa SMAN 1 Gemolong Serempak Ikrarkan Tidak Lakukan Kegiatan Intoleransi Lagi. Siswi Z Akhirnya Putuskan Pindah Sekolah

“Pembelinya banyak, tapi kadang standar harganya di bawah sapi yang ada. Kebanyakan nyarinya maksimal Rp 21 juta, nah kadang pedagang mbawanya yang di atas harga itu. Tapi sekarang juga banyak yang memilih beli ke pengepul di rumah. Jadi juga mengurangi transaksi di pasar. Beda kalau dulu kan semua yang kurban nyarinya ke pasar,” paparnya.

Ia memprediksi puncak pembelian sapi kurban diperkirakan sepekan menjelang kurban. Wardoyo

 

Loading...