JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sukoharjo

Begini Kronologis Meninggalnya Warga Krendetan Weru Sukoharjo. Keluarga Tolak Autopsi

Pihak kepolisian bersama keluarga korban. Dok. Polres Sukoharjo
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Pihak kepolisian bersama keluarga korban. Dok. Polres Sukoharjo

SUKOHARJO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Parsono (65), warga Dukuh Krendetan RT 4 RW 3, Desa Jatingarang, Kecamatan Weru Sukoharjo, ditemukan meninggal dalam keadaan tergantung di dapur rumahnya.

Polsek Weru, Polres Sukoharjo setelah menerima informasi dari masyarakat segera mendatangi TKP (tempat kejadian perkara). Sesampainya di lokasi, ketika petugas mengecek di TKP, ternyata korban sudah diturunkan oleh pihak keluarga dibantu masyarakat dari gantungan tali dalam keadaan meninggal dunia.

Kapolsek Weru AKP Busro, Jumat (9/8/2019), mengatakan bersama tim medis saat petugas melakukan pemeriksaan luar terhadap tubuh korban ditemukan pada celana dalam korban terlihat bercak air yang membasahi celana korban. Diduga sperma korban serta kotoran yang keluar dari dubur korban dan di leher korban. Terdapat bekas jeratan tali yang di pergunakan korban untuk gantung diri, dari hasil pemeriksaan luar. Tidak ditemukan tanda tanda kekerasan di sekujur tubuh korban.

Baca Juga :  Terdampak COVID-19 324 KK di Desa Kwarasan Kecamatan Grogol Sukoharjo Terima Bansos Tunai

“Kemudian petugas mengamankan barang bukti berupa tali plastik tambang warna biru, pakaian dalam korban ditemukan dalam keadaan basah di duga bercak sperma dan kotoran korban. Peristiwa terjadi Rabu pekan ini,” jelas dia.

Menurut informasi yang didapat, awal mula kejadian ini di ketahui oleh saksi Raharjo (65) sekira pukul 15.15 WIB. Saksi melihat korban sudah dalam keadaan tergantung di dapur rumah. Karena kaget dan tidak berani mendekat, saksi memberitahukan kejadian tersebut kepada Kasiyem (60), Sunarni (35) dan Siswo Hartoyo (38).

Baca Juga :  Mendekati Angka 100, Jumlah Kasus Terkonfirmasi Positif Corona di Sukoharjo Mencapai 98

Lebih lanjut, pihak Kepolisian Polsek Weru telah menyarankan kepada pihak keluarga untuk di lakukan autopsi untuk mengetahui secara medis penyebab kematian korban, namun pihak keluarga menyatakan Tidak bersedia dilakukan autopsi.

“Pihak keluarga telah mengiklaskan kematian korban dan murni gantung diri dan bersedia membuat pernyataan keberatan dilakukan autopsi terhadap kematian korban dan tidak akan menuntut siapapun dalam hal kematian korban,” sebut dia. Aria/Polres Sukoharjo