loading...
Loading...
Droping air bersih dari Polres Sragen. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Krisis air bersih di wilayah Sragen Utara menghadirkan penderitaan bagi warga. Di tengah kurangnya pasokan bantuan air ke sejumlah wilayah kekeringan, warga utamanya ekonomi menengah ke bawah juga mulai kesulitan untuk membeli air galonan.

“Sudah nggak kuat lagi beli air galonan mas. Segalon Rp 4.000. Apalagi ekonomi lagi sulit dan paceklik begini,” ujar Tri Daryati (40) warga Bulakrejo RT 10, Slendro, Gesi, Sragen, Sabtu (31/8/2019).

Wilayah Slendro menjadi salah satu titik terparah kekeringan di Sragen Utara saat ini. Sudah berbulan-bulan warga harus berjuang bertahan hidup dengan air dari pasokan pemkab dan bantuan.

Namun karena jumlahnya juga terbatas, kadang jatah pasokan masih kurang untuk memenuhi kebutuhan.

Sementara sumber air dan sumur sudah lama mengering. Karenanya baginya dan warga lain, bantuan air bersih saat ini ibarat oase di padang pasir.

Termasuk ketika menerima gelontoran droping air bersih dari Polres Sragen tadi siang. Ia mengaku sangat bersyukur atas bantuan yang telah diberikan pada dirinya dan warga lainnya.

Baca Juga :  Detik-detik 10 Menit Nan Mencekam Angin Menyapu Donoyudan Kalijambe.  Puluhan Pohon Besar Tumbang, Puluhan Rumah Diterpa Kerusakan 

Sebab selama ini dirinya dan warga kesulitan mendapatkan air selama kekeringan.

“Air ini sangat bermanfaat sekali Mas.  Nanti mau buat masak, minum dan mandi, selama ini kalau beli air galonan juga cukup mahal,” urainya.

Foto/Wardoyo

Ada enam tangki yang digelontorkan Polres Sragen tadi siang. Pengiriman bantuan dipimpin langsung Kapolres Sragen AKBP Yimmy Kurniawan bersama Polisi Wanita ( Polwan).

Sebanyak 6 mobil tangki air bersih dikirimkan untuk membantu warga di beberapa wilayah terparah.

Di antaranya di Dukuh Bulakrejo RT 10, Desa Slendro, Dukuh Macan Mati Rt 05, Desa Gesi,Dukuh Sinom Rt 17, Dukuh Ngemplak Rt 18, Dukuh Banaran Rt 23 dan 25, Desa Gebang, Kecamatan Sukodono, Sragen.

Kapolres mengatakan tergerak untuk membantu warga karena mengalami kekeringan air bersih dan saat ini makin parah.

“Hari ini kami membantu warga di dua kecamatan yakni di Gesi dan Sukodono yang saat ini sedang mengalami kekeringan air di musim kemarau,” jelas Kapolres.

Menurut Kapolres, beberapa wilayah lain di utara bengawan juga akan dievaluasi. Namum untuk daerah yang paling parah dari hasil evaluasi yakni Gesi dan Sukodono.

Baca Juga :  Mengejutkan, Bandar Ganja Jakarta Mengaku Dipasok Napi di Lapas Sragen. Kalapas Kaget, Pastikan Bakal Usut Semua Napi

“Yang paling terdampak saat ini dua wilayah ini, ke depan nanti untuk desa desa yang lain akan kita lakukan evaluasi lagi. Kalau untuk Tangen kita monitor. Banyak warga yang peduli antar sesama membantu,” ujarnya.

Terdapat 4 unit truk tangki air masing masing berisi 4.000 liter dan di tambah 2 unit truk berisi masing masing 8.000 liter Jumlah keseluruhan 32.000 liter. Selain itu, turut hadir dalam rombongan dari sat lantas Polres Sragen, PJU polres, Bhayangkari, sat Sabhara, dan Babinsa setempat. Wardoyo

Loading...