JOGLOSEMARNEWS.COM Nasional Semarang

Dihadiri Kapolda Jateng, 565 Napi di Lapas Kedungpane Terima Remisi. 18 Diantaranya Langsung Bebas 

Foto/Humas Polda
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Foto/Humas Polda

SEMARANG, JOGLOSEMARNEWS.COM Dalam rangka HUT RI Ke-74, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Kedungpane dan Lapas perempuan Semarang mendapat pengurangan masa hukuman (Remisi). Sebanyak 565 napi menerima remisi HUT RI.

Kapolda Jateng Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel turut menghadiri penyerahan acara tersebut di Aula Lapas. Hadir pula Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dan Forkopimda Provinsi Jateng.

Di Lapas Kedungpane jumlah napi pertanggal 14 Agustus yakni 13.457 orang. Sedangkan yang mendapat remisi sejumlah 565 warga binaan.

Kepala Lapas Klas I Kedungpane, Kota Semarang, Dadi Mulyadi, di Semarang, Sabtu, mengatakan, dari jumlah sebanyak itu 18 napi di antaranya langsung bebas pada hari ini.

Baca Juga :  Terjatuh Akibat Bersenggolan, Seorang Pengendara di Kendal Tewas Disambar Truk Trailer

“547 orang sisanya masih harus menjalani sisa masa hukumannya. Hukuman diberikan tersebut bervariasi antara satu hingga 6 bulan, setelah dikurangkan dengan remisinya,” kata Dadi.

Sedangkan di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Semarang, 199 napi memperoleh remisi Kemerdekaan RI.

Kepala Lapas Perempuan Semarang Asriati mengatakan dari jumlah tersebut, satu napi langsung bebas pada hari kemerdekaan ini.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo yang hadir dalam penyerahan remisi tahun 2019 mendapatkan hadiah dari perwakilan narapidana di Lapas Kedungpane, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang.

Baca Juga :  Densus 88 Tangkap Seorang Terduga Teroris di Kota Semarang, Terkait Penyerangan Wakapolres Karanganyar?

“Saya mengimbau kepada para warga binaan supaya terus berkreasi. Ini karya yang luar biasa. Kita apresiasi, kita dukung dan perlu dikembangkan. Monggo para petugas terkait di Lembaga Pemasyarakatan Kedungpane bisa memfasilitasi agar warga binaan bisa semakin maju,” ujar Ganjar menerima hadiah special tersebut.

“Harapannya kepada warga binaan semakin baik. Jika ada perubahan ke arah yang lebih baik berarti proses asimiliasi berjalan dengan baik. Aparatur yang ada di lembaga pemasyarakatan di sini bisa menjaga kredibilitasnya agar tetap bersama-sama membangun bangsa negara dan masyarakat semuanya secara menyeluruh,” pungkasnya. JSnews