loading...
Loading...

DEPOK, JOGLOSEMARNEWS.COM – Ribuan guru honorer di Kota Depok belum mendapatkan gaji sejak bulan Juni hingga Agustus 2019 ini.

Molornya pembayaran gaji guru honorer itu diakui oleh Kepala Sekolah SDN Mampang 1, Acih Taslih. Ia mengatakan, sejak bulan Juni hingga saat ini, ada sembilan guru honorer di sekolahnya yang belum menerima gaji.

“Iya, belum. Itu sudah sejak bulan Juni,” kata Acih, Selasa (6/8/2019).

Acih mengatakan, total guru honorer yang belum menerima gaji selama dua bulan itu sebesar Rp 48 juta dengan rincian satu guru honorer paling tinggi mendapatkan gaji mencapai Rp 2,7 juta.

“Perbulan paling tinggi Rp 2,7 juta, total sebulan bisa mencapai Rp 24 juta, dua bulan ini belum dibayarkan,” kata dia.

Menurut Acih, salah satu faktor keterlambatannya, yakni akibat kesalahan informasi metode penginputan rekapitulasi para guru honorer tersebut ke Dinas Pendidikan Kota Depok.

Baca Juga :  Pintu Aklamasi Terbuka Lebar, Hampir Pasti Airlangga Kembali Pimpin Golkar

“Iya kami akui ada kesalahan juga di kami, karena ada kesalahan informasi harusnya input online, kami masih lakukan manual,” ujarnya.

Acih mengaku telah mendapat informasi bahwa dalam waktu dekat, gaji guru honorer akan dicairkan dalam pekan ini.

“Infonya Kamis besok sudah mulai cair, mudah-mudahan segera,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok, Mohammad Thamrin mengakui adanya keterlambatan pembayaran gaji guru honorer di Kota Depok.

“Hanya untuk guru honorer SD, kalau SMP sudah cair 2 minggu lalu,” ujarnya.

Thamrin mengatakan, saat ini baru 246 Sekolah Dasar Negeri di dua kecamatan yang sudah selesai proses pencairan gajinya.

“Sampai hari ini masih berproses untuk SD, yang sudah selesai di Kecamatan Bojongsari dan Cinere, mudah-mudahan minggu ini selesai semua,” kata dia.

Menurut Thamrin, keterlambatan pembayaran gaji itu salah satunya disebabkan karena kesalahan proses input dari sekolah ke Dinas Pendidikan.

Baca Juga :  Airlangga Kumpulkan Para Senior dan DPD Partai Golkar

“Sekarang semua harus online, saya nggak mau terima kalau manual, tapi masih banyak sekolah yang ajukan secara manual,” ujarnya.

Padahal, kata Thamrin, pihaknya telah mensosialisasikan mekanisme penginputan itu sejak Desember 2018.

Di Kota Depok, tercatat total guru honorer SD dan SMP Negeri mencapai 2.000 orang. Anggaran yang disiapkan per bulan untuk gaji guru honorer mencapai Rp 7 miliar.

“Uangnya sudah ada, hanya saja tinggal menunggu proses pencairan,” ujarnya.

www.tempo.co

Loading...