loading...
Loading...
Tersangka dan BB Sabu yang diamankan di Polres. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM- Warga di Purwoasri, Kroyo, Karangmalang digegerkan dengan penggerebekan seorang pria bandar sabu, Rabu (14/8/2019) petang. Pria bernama Mulyono alias Mul (32) itu digerebek oleh tim Satres Narkoba Polres Sragen.

Pria yang berprofesi penjual HIK itu diketahui berasal dari Dukuh Brambang RT 28, Desa Wonokerso, Kecamatan Kedawung, Sragen.

Data yang dihimpun di lapangan, penggerebekan terjadi sekitar pukul 16.00 WIB. Menurut keterangan warga, pelaku mendadak disergap, kemudian digeledah dan diamankan ke atas mobil.

Baca Juga :  Kecelakaan Terbaru Sragen, Siswi Asal Sambirejo Hilang Kendali dan Gasak Nenek-nenek Hingga Patah

“Kejadiannya cepat. Yang ditangkap satu orang. Lalu dinaikkan ke mobil. Yang saya dengar katanya bandar narkoba,” ujar Joko, salah satu warga, kepada Joglosemarnews.com.

Kapolres Sragen, AKBP Yimmy Kurniawan melalui Kasubag Humas AKP Agus Jumadi membenarkan penggerebekan itu. Menurutnya, pelaku merupakan tersangka bandar narkoba jenis sabu.

Baca Juga :  2 Pegawai CS RSUD Sragen Ditangkap Polisi Karena Jadi Bandar Pil Koplo, Dirut RSUD Sebut Tersangka Adalah Tenaga Outsourching dari PT JMS 

Penggerebekan dilakukan atas informasi masyarakat perihal aktivitas tersangka yang sering menyuplai narkoba jenis sabu di wilayah Sragen dan sekitarnya.

“Saat digeledah, tim mengamankan tiga bungkus plastik kecil berisi sabu seberat kurang lebih 2,10 gram. Tim juga mengamankan jaket dan HP milik tersangka,” paparnya Rabu (14/8/2019) malam.

Baca Juga :  Duka di Tengah Peringatan HUT RI di Tanon Sragen. Kebakaran Dahsyat Ludeskan Rumah Warga Suwatu, 2 Keluarga Terpaksa Mengungsi 

AKP Agus menguraikan hasil tes urine tersangka, menunjukkan tanda positif mengandung methamethamine. Saat ini tersangka dan barang bukti sudah diamankan di Mapolres untuk kepentingan proses hukum lebih lanjut.

“Kepada tersangka dijerat dengan pasal 114 subsider 112 lebih subsider 127 UU no 35 /2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara,” tandasnya. Wardoyo

Iklan
Loading...