loading...
Loading...
Ilustrasi grafik inflasi. pexels

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM– Kota Solo.mengalami perkembangan inglask yang cukup baik dark tahun ke tahun, khususnya mulai dari 2014- 2019 belakangan ini. inflasi tahunan Solo dan sekitarnya masih di angka 8,01 persen pada tahun 2014. Kemudian berangsur membaik hingga di pertengahan 2019, inflasi Solo dan sekitarnya lebih rendah dan stabil di angka 2,65 persen atau sudah di bawah dari yang ditetapkan pemerintah, yaitu 3,5 persen +/- 1.

Menurut Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Solo, Bambang Pramono, kondisi itu menunjujkan peran Bank Indonesia cukup signifikan sebagao Bank Sentral. Mulai dari perkembangan inflasi hingga stabilitas sistem keuangan Solo dan sekitarnya.

Baca Juga :  Produk Fintech, Generasi Milenial dan Kemajuan UMKM

“Ini adalah hasil dari sinergi TPID dan stakeholder terkait termasuk pemeri tah daerah. Kemudian juga fasilitas kluster yang dibangun di berbagai daerah di Solo dan sekitarnya ini juga turut mengontrol inflasi yang ada. Sampai saat ini disemua daerah pasti ada klasternya, seperti Karanganyar itu klaster ayam ras dan bawang putih. Sragen terdapat klaster canai, pafi, dan bawang merah. Di Boyolali ada klaster bawang merah dan klaster pembibitan sapi. Kemudian Sukoharjo kita bentuk kluster modern farming, di Wonogirk ada klaster cabai dan di Klaten ada klaster ikan. Diharapkan klaster inilah yang akan mengontrol stok di pasaran. Kalau stoknya ada, otomatis harva stabil dan masyarakat tidak merasa khawatir,” urainya, Senin (12/8/2019), usai acara bedah buku Harmoni dalam Perbedaan: Bank Indonesia Dalam Dinamika Ekonomi Solo Raya di KPw BI Solo.

Baca Juga :  Semarakkan HHUT RI ke-74 Imperial Taste The Sunan Hotel Berikan Diskon 70 %

Ditambahkan Bambang, pengembangan klaster di Solo dan sekitarnya ini utamabga dipilih yang berhubungan dengan komoditas-komoditas utama yang memiliki bobot besar terhadap inflasi, seperti beras, daging ayam ras, bawang putih, daging sapi, bawang merah, dan cabai. Terkait dengan stabilitaa sistem keuangan di Solo dan sekitarnya Bank Indonesia Solo mencatat pertumbuhan kredit hingga Juni 2019 tumbuh tinggi di angka 12,25 persen. Sementara pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) hingga Mei 2019 tumbuh sebesar 9,93 persen. Dimana hal ini masih sejalan dengan proyeksi nasional di 2019. Kemudian untuk NPL Solo dan sekitarnya di angka 2,67 persen hingga Juni 2019. Hal ini masih terjaga di bawah batas indikatif, yaitu 5 persen. Perekonomian di Solo dan sekitarnya didominasi oleh industri pengolahan, perdagangan, pertanian, dan kontruksi. Triawati PP

Iklan
Loading...