JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Jelang Kurban, Pencuri di Sragen Makin Nekat. 2 Kambing Untuk Kurban Diseret Paksa dan Digondol Saat Pemiliknya Terlelap 

Kliwon saat menunjukkan kandang kambingnya yang sudah kosong usai dibobol maling. Foto/Wardoyo
Madu Borneo
Madu Borneo
Madu Borneo

 

IMG 20190802 WA0040
Kliwon saat menunjukkan kandang kambingnya yang sudah kosong usai dibobol maling. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Aksi pencurian tak hanya menyasar kendaraan maupun harta benda tak bergerak saja. Menjelang hari raya kurban atau Idul Adha, aksi pencurian hewan kurban juga terjadi.

Seperti dialami Kliwon (50) Warga Desa Bonagung RT 26, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen. Dua ekor kambing etawa miliknya amblas digasak pencuri.Aksi pencurian terjadi tiga hari lalu sekitar pukul 02.00 WIB dinihari.

Kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Kliwon mengatakan pencuri diduga beraksi saat ia dan semua penghuni rumah tengah tertidur.

Diduga, pelaku masuk dengan cara membobol dinding rumah sebelah timur yang terbuat dari anyaman bambu. Aksi pencurian diketahuinya ketika terbangun lantaran curiga ada suara gaduh dan erangan dari arah kandang kambingnya.

Saat dicek dua ekor kambing etawa yang disiapkan untuk kurban miliknya, sudah raib. Padahal kambing yang digasak itu adalah kambing yang berukuran paling besar seharga hampir Rp 5 juta per ekor.

Baca Juga :  Keren, Sepakterjang 2 Usahawan Muda asal Sragen Ini Gapai Kesuksesan dari Nol. Rosita Berkibar lewat Usaha Make Up Artis, Titis Punya 80 Cabang Es Dawet Kekinian di Seluruh Pulau Jawa

“Mendengar kambing mbak-mbek dan berisik sekali saya langsung bangun. Saat saya cek kandang, ternyata ada dua ekor paling besar sudah nggak ada. Saya langsung teriak dan memanggil anak saya,” paparnya Sabtu (10/8/2019).

Bersama anak dan menantunya, Kliwon sempat mencoba melacak jejak pelaku. Namun usahanya sia-sia karena pelaku sudah tak terkejar.

”Dilihat dari jejaknya pencurinya pergi ke arah timur melalui belakang rumah sebelah. Soalnya di belakang rumah situ ada jejak kaki kambing yang dipaksa jalan dengan cara diseret. Sempat saya kejar dengan anak saya sampai ke kampung sebelah, tapi nggak terkejar,” tuturnya.

Kliwon mengaku memang tak melapor ke polisi. Ia hanya berharap pelaku bisa bertobat dan mau mengembalikan kambingnya.

Baca Juga :  100an Petugas KPPS di Sragen Dilaporkan Reaktif Rapid Test. Kasus Terus Melonjak, Kapasitas Isolasi di Technopark Sampai Penuh

“Bahkan saya hitung sudah tiga kali rumah saya kecurian. Dulu yang dibawa beras dan prabotan rumah serta barang berharga lainnya, tapi paling parah pencurian terakhir ini. Dua kambing itu kalau dihargai ya sekitar Rp 10 jutaan Mas,” urainya.

Karena kambing yang disiapkan untuk kurban hilang, Kliwon mengaku terpaksa mengurungkan niat berkurban tahun ini.

Terpisah, Kapolres Sragen AKBP Yimmy Kurniawan melalui Kasubag Humas AKP Agus Jumadi mengimbau masyarakat lebih waspada dan meningkatkan pengamanan di lingkungannya. Kemudian, apabila mengalami kejadian pencurian, lebih baik dilaporkan polisi agar ditindaklanjuti.

“Kalau enggak dilaporkan, nanti pelakunya akan merasa aman sehingga akan beraksi terus. Imbauan kami silakan lapor polisi biar bisa ditindaklanjuti dan dilacak pelakunya agar bisa tertangkap,” tandasnya. Wardoyo