loading...
Loading...
Ilustrasi Dana Desa

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM  Tensi menjelang Pilkades serentak, Polres Sragen kebanjiran laporan soal dugaan penyimpangan dana desa. Laporan itu datang dari banyak desa.

Fenomena laporan itu diungkapkan oleh Kapolres Sragen AKBP Yimmy Kurniawan. Kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , ia mengatakan belakangan banyak menerima aduan dan laporan terkait dugaan penyimpanyan APBDes dan dana desa.

“Banyak laporan yang masuk soal penyimpangan dana desa,” paparnya ditemui di DPRD kemarin.

Kapolres menguraikan laporan itu memang diterima. Akan tetapi mengingat momennya datang mendekati Pilkades.

Menurutnya, demi menjaga kondusivitas dan situasi, laporan akan ditindaklanjuti setelah Pilkades selesai. Hal itu juga dilakukan untuk menghindari adanya indikasi hanya untuk menggangu mekanisme Pilkades atau menjatuhkan lawan tertentu di Pilkades.

Baca Juga :  Pengembalian Uang SPP Siswa Dideadline 31 Maret 2020. Kepala Disdikbud Jateng: Yang Tak Mengembalikan, Berarti Menggelapkan Uang Orangtua Siswa!

“Arah-arahnya untuk itu. Makanya kita tetap terima laporan itu. Tapi nanti tindaklanjutnya setelah Pilkades,” terangnya.

Kapolres khawatir jika ditindaklanjuti saat ini, maka bisa berpotensi mengganggu mekanisme Pilkades. Meski demikian, semua aduan maupun laporan itu tetap akan ditampung dan nantinya juga ditindaklanjuti dengan penyelidikan.

“Takutnya memang hanya untuk menggangu mekanisme Pilkades saja. Makanya semua laporan tetap kita tampung, tapi nuwun sewu prosesnya setelah Pilkades,” tandasnya.

Baca Juga :  Soal Temuan Dokter RSUD Datang Jam 11 Siang, Bupati Sragen Sebut Bisa Dimaklumi. Kalau Pasien Antri 2 Jam Lebih, Bupati Sebut Nggak Boleh!

Hanya saja, Kapolres tak menyebut laporannya datang darimana saja. Ia hanya menyebut bahwa banyak menerima laporan. Wardoyo

Loading...