loading...
Loading...
Foto/Johan Wahyudi

MEKAH, JOGLOSEMARNEWS.COM Di kota-kota besar di Indonesia, sering sekali terjadi kebakaran. Entah penyebabnya faktor alam maupun manusia.

Kebakaran faktor alam disebabkan gunung meletus, petir,  atau teriknya sinar matahari. Kebakaran faktor manusia sering disebabkan oleh sikap abai terhadap keamanan sumber api.

Kompor gas, puntung rokok, membakar sampah, main petasan, dan konsleting listrik menjadi faktor utama penyebab kebakaran.

Namun, musibah kebakaran nampaknya menjadi sesuatu yang teramat langka di tanah suci.

Nah, demi meminimalkan potensi kebakaran yang disebabkan hubungan pendek arus listrik atau konsleting ini, barangkali kita bisa belajar ke Arab Saudi. Di Tanah Suci ini, sangat teramat jarang terjadi kebakaran. Kok bisa?

Baca Juga :  Mengupas Sosok Alan Darma Saputra, Pengusaha Muda di Sragen Yang Namanya Kian Mendunia (2). Aktif di Organisasi Sosial, Ingin Bermanfaat Bagi Orang Banyak 

Pertama, instalasi listrik dibangun sebelum perumahan berdiri. Jaringan listrik dipasang di seantero wilayah Arab Saudi, mulai pelosok hingga perkotaan.

Foto/Johan Wahyudi

Kedua, listrik underground. Instalasi listrik dipasang di bawah bumi atau tanah. Tidak ada kabel listrik yang bergantungan atau bergelayutan. Jadi, andaikan ingin bermain layang-layang tidak ada yang melarang.

Ketiga, alat listrik berkualitas tinggi. Tidak ada kabel serabut di sini. Stop kontak berisi tiga tembaga. Dalam satu rumah dipasang lebih dari satu sekering sehingga listrik otomatis mati jika ada peralatan listrik yang konsleting.

Betul musibah itu datangnya tidak terduga. Namun, kita pun semestinya bisa meminimalkan kerugian atas terjadinya musibah. Salah satu caranya adalah berhati-hati memakai peralatan listrik. Bahkan, jika sistem kelistrikan Arab Saudi lebih baik, mengapa kita tidak menirunya? (*/Laporan Johan Wahyudi dari Mekah) 

Loading...