loading...
Loading...
Tempo.co

JAKARTA, Joglosemarnews.com – Kecanduan game pada anak-anak bukan hanya berisiko secara psikologis, namun juga berisiko dalam hal keamanan secara fisik.

Karena itulah orang tua yang memiliki anak-anak kecil perlu waspada agar tidak kecanduan. Imbauan itu disampaikan oleh Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi.

Ia meminta orang tua untuk mengawasi anak-anak mereka yang suka bermain game online karena dapat membuka data pribadi pemainnya.

Baca Juga :  Hati-hati Kolesterol, IDI Yogyakarta Imbau Makan Daging Merah di Pagi Hari, Netralisir dengan Tomat dan Mentimun

“Orang tua sering gaptek (gagap teknologi) dan tidak sadar bahwa permainan game bisa membuka data (pribadi),” kata Seto.

Hal tersebut diungkapkan Seto saat menanggapi kasus pornografi anak yang bermula dilakukan melalui aplikasi game online.

Permainan daring tersebut akan meminta pemainnya untuk memasukkan data pribadi seperti nama, alamat, dan nomor ponsel.

Baca Juga :  Peneliti LIPI Sebut Tanaman Bajakah Miliki Kandungan Antioksidan yang  Melimpah

Seto mengatakan orang tua harus lebih peduli dan melakukan komunikasi intens dengan anak sehingga dapat mencegah kejadian-kejadian seperti pornografi.

Tokoh yang akrab disapa Kak Seto ini juga berharap bisa ada seksi atau bagian dari kesatuan yang mengurusi perlindungan anak untuk dibentuk sampai tingkat rukun tetangga (RT) di negara ini.

“Marilah kita tingkatkan pemberdayaan masyarakat, artinya mohon untuk dibentuk perlindungan anak ini sampai tingkat RT,” katanya.

Baca Juga :  Begini Cara Menyimpan Daging Sapi dan Kambing di Freezer Agar Bisa Bertahan 12 Bulan

Komisioner Bidang Pornografi dan Cyber Crime Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Margaret Aliyatul Maimunah, mengingatkan para orang tua untuk selalu melakukan pendampingan dan pengawasan terkait aturan pemakaian gawai bagi anak-anak.

“Harus ada aturan menggunakan gawai. Jangan mencantumkan identitas anak di media siber,” kata Margaret.

www.tempo.co

Iklan
Loading...