loading...
Loading...
Tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kecanduan game pada anak-anak bukan hanya berisiko secara psikologis, namun juga berisiko dalam hal keamanan secara fisik.

Karena itulah orang tua yang memiliki anak-anak kecil perlu waspada agar tidak kecanduan. Imbauan itu disampaikan oleh Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi.

Ia meminta orang tua untuk mengawasi anak-anak mereka yang suka bermain game online karena dapat membuka data pribadi pemainnya.

“Orang tua sering gaptek (gagap teknologi) dan tidak sadar bahwa permainan game bisa membuka data (pribadi),” kata Seto.

Hal tersebut diungkapkan Seto saat menanggapi kasus pornografi anak yang bermula dilakukan melalui aplikasi game online.

Baca Juga :  Pembangunan Edutorium UMS Capai 86%, Optimis Siap Digunakan Untuk Muktamar Muhammadiyah Ke-48

Permainan daring tersebut akan meminta pemainnya untuk memasukkan data pribadi seperti nama, alamat, dan nomor ponsel.

Seto mengatakan orang tua harus lebih peduli dan melakukan komunikasi intens dengan anak sehingga dapat mencegah kejadian-kejadian seperti pornografi.

Tokoh yang akrab disapa Kak Seto ini juga berharap bisa ada seksi atau bagian dari kesatuan yang mengurusi perlindungan anak untuk dibentuk sampai tingkat rukun tetangga (RT) di negara ini.

“Marilah kita tingkatkan pemberdayaan masyarakat, artinya mohon untuk dibentuk perlindungan anak ini sampai tingkat RT,” katanya.

Komisioner Bidang Pornografi dan Cyber Crime Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Margaret Aliyatul Maimunah, mengingatkan para orang tua untuk selalu melakukan pendampingan dan pengawasan terkait aturan pemakaian gawai bagi anak-anak.

Baca Juga :  Pembangunan Edutorium UMS Capai 86%, Optimis Siap Digunakan Untuk Muktamar Muhammadiyah Ke-48

“Harus ada aturan menggunakan gawai. Jangan mencantumkan identitas anak di media siber,” kata Margaret.

www.tempo.co

Loading...