loading...
Sri Sunaryo. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Sragen, Sri Sunaryo mengatakan sebelum berangkat naik haji, Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati sempat menjanjikan akan memberi kejutan ke Gerindra.

Kejutan itu akan diberitahukan setelah bupati pulang dari naik haji. Hal itu disampaikan Sri Sunaryo saat berbincang dengan JOGLOSEMARNEWS.COM , kemarin.

“Terakhir kami sempat komunikasi sebelum beliau (Bupati Yuni) naik haji. Katanya setelah pulang dari haji akan memberi keputusan mengejutkan terkait Gerindra,” paparnya.

Sri Sunaryo mengaku belum tahu apa kejutan yang bakal diberikan Yuni terkait Gerindra Sragen.

“Apa kejutan itu, saya sendiri juga nggak tahu,” tuturnya.

Terkait kabar Yuni bakal merapat kembali ke PDIP, Sri Sunaryo memang sudah mendengar. Pihaknya mengaku tak masalah dan itu hak yang bersangkutan.

Apakah Gerindra sakit hati merasa ditinggal atau hanya dimanfaatkan saat dalam kesulitan?

“Kalau ibaratnya dulu kecil dipinang, sekarang mbareng sudah besar akan hengkang dari Gerindra, ya kami nggak akan maksa dan nggak bisa maksa,” terangnya.

Baca Juga :  Sragen Siap Terapkan New Normal Mulai 10 Juni. Semua Sektor Ekonomi, Perkantoran dan Pendidikan Segera Dibuka Dengan Beberapa Pengetatan Berikut!

Seperti diberitakan Bupati Yuni saat ini masih tercatat sebagai kader Gerindra. Ia yang sempat menjadi kader PDIP, kemudian dipecat saat maju ke Pilkada Sragen 2016 dengan menggunakan kendaraan politik dan menjadi kader Gerindra. Yuni diusung oleh Gerindra dan PKS.

Namun, situasi kini berbalik. Ketika DPC PDIP Sragen dipimpin adiknya, Untung Wibowo Sukowati, Yuni berhasrat balik kembali ke PDIP dengan mengajukan permohonan pengampunan atau rehabilitasi saat kongres PDIP di Bali yang berakhir akhir pekan lalu.

Sekretaris DPC PDIP Sragen, Suparno mengatakan  permohonan rehabilitasi atau pemutihan itu sudah melalui proses sidang oleh tim dewan kehormatan partai saat kongres di Bali.

Namun saat sidang, Yuni tak bisa hadir lantaran sedang menunaikan ibadah haji. Yang hadir dalam sidang rehabilitasi adalah dirinya bersama Sekretaris DPD PDIP Jateng, Bambang Kisriyanto.

“Syarat pemutihan atau rehabilitasi memang yang bersangkutan wajib hadir di sidang. Tapi karena yang bersangkutan sedang naik haji, akhirnya kami yang hadir dan kami tunjukkan dasar surat izin bahwa sedang menunaikan ibadah haji dari Kemendagri,” papar Suparno kepada wartawan, Rabu (14/8/2019).

Baca Juga :  Pengakuan Pelaku Teror yang Nekat Kirim WA Ancaman ke Petugas Medis di Kedawung Sragen. Motifnya Karena Tergerak Dengar Curhatan Keluarga Positif Covid-19, Ngakunya Hanya Iseng

Suparno menguraikan dalam sidang itu, ia paparkan semuanya, termasuk berkas-berkas permohonan rehabilitasi Yuni.

“Sekretaris DPD juga mengamini apa yang dilakukan sudah sesuai. Sehingga hakim sidang mengambil keputusan bahwa yang bersangkutan (Yuni) untuk membuat resume kalau ingin menjadi anggota partai (PDIP) kembali,” terangnya.

Resume itu nanti dibuat lengkap mulao kronologis dipecat dari partai hingga data lainnya. Termasuk apa komitmen ke depan ketika sudah diterima kembali menjadi kader PDIP.

Nantinya resume itu dikirim ke DPP untuk dasar DPP mengambil keputusan. Meski masih menunggu resume, Suparno meyakini 80 persen, permohonan pengampunan itu bisa diterima.

Soal kapan resume dibuat dan harus dikirim, ia menyebut DPP tak mematok tenggat waktu. Yang jelas, sesegera setelah pulang haji, mestinya yang bersangkutan harus segera membuat resume dan dikirim DPP. Wardoyo