JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Ketua MPR Sarankan Jokowi Tunda Rencana Pemindahan Ibukota, Ini Alasannya

Ketua MPR Zulkifli Hasan di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen Jakarta, Kamis (15/8/2019) / tempo.co
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Di tengah rencana yang sudah kian mengerucut, Presiden Joko Widodo (Jokowi) disarankan untuk menunda rencana pemindahan ibukota dari Jakarta.

Saran itu dilontarkan oleh Ketua MPR Zulkifli, lantaran sampai sekarang masih banyak masalah yang memerlukan perhatian dari pemerintah. Di antaranya konflik di Papua dan persoalan ekonomi.

“Sekarang lagi masalah Papua, ya ini (pemindahan ibu kota) kita tinggal dulu menurut saya. Nanti kalau sudah bagus, sudah ini, ekonomi sudah bagus, silakan,” kata Zulkifli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Minggu (25/8/2019).

Baca Juga :  Istilah "New Normal" Disebut Gagal Dipahami Masyarakat, Jubir Pemerintah Usul Diganti "Kebiasaan Baru"

Meski begitu, Zulkifli mengatakan pemindahan ibu kota merupakan hal biasa. Dia pun menganggap tak masalah jika ibu kota Indonesia pindah beberapa kali nantinya demi pemerataan. Asalkan ada persiapan yang baik serta sumber daya alam dan kondisi lingkungannya mendukung.

“Besok Kalimantan, nanti ada yang baru lagi pindah lagi ke Sumatera, bisa aja. Nanti sepuluh tahun lagi mau pindah ke tempat saya di Lampung, kan oke juga,” kata Ketua Umum Partai Amanat Nasional ini.

Baca Juga :  Diduga Sembunyikan Saksi Kasus Nurhadi, Tania Diperiksa KPK

Saran untuk menunda pemindahan ibu kota itu juga diungkapkan Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid. Politikus Partai Keadilan Sejahtera itu berpendapat, anggaran pemindahan ibu kota sebaiknya dialihkan untuk pengembangan sumber daya manusia dalam lima tahun mendatang.

Hidayat mengatakan, banyak yang bisa dilakukan dengan anggaran yang ada, semisal membangun infrastruktur pendidikan, peningkatan kualitas guru, siswa, dan mahasiswa.

www.tempo.co