loading...
Loading...
Ilustrasi pembunuhan dan pembacokan

PATI, JOGLOSEMARNEWS.COM Penyerangan terhadap anggota Polri bukan yang kali pertama ini terjadi. Pelaku penyerangan berinisial MP ternyata juga sudah berulangkali menyerang keluarganya.

Aksi penyerangan itu menggegerkan setelah pelaku membacok nggota Provost Polsek Tlogowangu, Polres Pati bernama Aiptu Kusrin kemarin.

Hal itu dibenarkan oleh Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel, saat beri keterangan pers kepada wartawan usai meninjau lokasi pembacokan, Selasa (27/8/2019) siang di Polsek Tlogowangu, Pati.

Kapolda mengungkapkan kronologinya, awalnya pelaku yang berinisial MP datang ke Polsek diterima oleh Aiptu Kusrin untuk melaporkan kehilangan Kartu Tanda Penduduk (KTP) miliknya. Saat akan diproses oleh korban tiba-tiba pelaku tanya kepada korban, “ Apakah kamu Polisi?”

“Ya saya anggota,” jawab korban. Kemudian pelaku menyahut.

Baca Juga :  15.000 Warga Jateng Bakal Meriahkan Hari Anti Korupsi Sedunia. Ada Sayembara Stiker dan Vlog Berhadiah Puluhan Juta Rupiah 

“Mana kartu Anggotanya?”.

Hal ini membuat korban heran atas pertanyaan tersebut. Belum sempat beri penjelasan, tiba-tiba pelaku langsung mengambil parang yang disimpan dibalik bajunya dan langsung membacok korban secara membabi buta.

Beruntung korban berhasil menangkisnya. Secara sigap anggota Polsek Tlogowangu berusaha merebut parang dengan meminta bantuan anggota Polsek yang ada disitu.

Anggota Mapolsek yang lainnya, melakukan pengamanan dengan melumpuhkan, ketika pada saat anggota melumpuhkan sang pelaku tidak mau melepaskan parang tersebut.

Menurut keterangan dari Kapolda Jawa Tengah, Irjen Rycko Amelza Dahniel. Pelaku MP telah mengidap gangguan jiwa sejak 2014 lalu, pelaku pernah dibawa ke Rumah Sakit Amino, Semarang. Namun yang bersangkutan menolak untuk dibawa ke Rumah Sakit Amino dan hanya mau meminum obat saja.

Baca Juga :  Bandar Sabu Kentir di Semarang Digerebek. Polisi Sita 67 Gram Sabu Senilai Ratusan Juta dan Timbangan Digital 

Pelaku melakukan penyerangan bukan yang pertama kali saja. Namun kepala desa, tetangga, dan keluarga pun juga pernah diserang oleh pelaku MP dengan menggunakan modus dan cara yang sama.

Ketika pelaku sedang merasa kambuh penyakit jiwanya akan melakukan penyerangan karena merasa terganggu entah dengan suara yang keras/berisik.

Polisi akan mengirimkan pelaku ke rumah sakit jiwa untuk dilakukan pengobatan selanjutnya. JSnews

 

Loading...