JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Krisis Irigasi Dampak Kemarau, Sebagian Petani di Karanganyar Terpaksa Pilih Puasa Tanam Padi

Foto/Tempo.co
Foto/Tempo.co

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM Musim kemarau bakal menghadirkan mimpi buruk bagi petani di wilayah Karanganyar. Tiadanya hujan dan terhentinya pasokan air irigasi dampak mengeringnya waduk, membuat para petani kini terpaksa berhenti melakukan tanam padi.

Tak terkecuali, para petani yang selama ini mendapat suplai air irigasi dari Waduk Delingan, Karanganyar. Sejak hampir sebulan aliran waduk Delingan berhenti, petani terpaksa memilih puasa tanam demi menghindari kerugian.

Baca Juga :  Keluarga Mahasiswa UNS yang Tewas Saat Diklat Menwa Siap Menggugat. Tak Ada Panitia Berani Melayat

Salah satu petani asal Desa Suruh, Ngadino (63) mengatakan, untuk saat ini dirinya dan beberapa petani di wilayahnya memilih tidak menanam lagi. Pasalnya tidak ada air yang diandalkan untuk mengairi sawah.

“Nanti kalau sudah musim hujan, baru kita menanam lagi,” paparnya Rabu (7/8/2019).

Menurutnya, jika dipaksakan menanam maka hanya kerugian yang akan didapat. Sebab jika dihitung-hitung biaya produksi dan pengairan dengan hasil panen sangat njomplang.

Baca Juga :  Turun ke Level 2, Pasar Wisata Mbatok Siap Dibuka

“Sawah saya 1.800 m2, sekali mengairi Rp 100.000. Biaya sekali tanam Rp 2 juta, itu mulai bibit sampai panen. Belum biaya operasional tiap hari. Kalau panen kira-kira 1 ton, jika ditebas laku Rp 5 juta,” ungkapnya.

Halaman selanjutnya

Halaman :  1 2 Tampilkan semua