loading...
Loading...
Unjuk Karya Program PINTAR Tanoto Foundation di Wonogiri.

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Sekolah dan madrasah mitra PINTAR Tanoto Foundation bekerjasama dengan Pemkab Wonogiri menggelar unjuk karya praktik baik hasil pelatihan dan pendampingan selama satu tahun.

Kegiatan diikuti 29 sekolah dan madrasah dengan menunjukkan berbagai hasil karya inovasi pembelajaran aktif, penerapan manajemen berbasis sekolah, peran serta masyarakat, maupun program budaya baca yang telah mereka implementasikan sebelumnya. Sekolah, madrasah, dan LPTK mitra memamerkan berbagai kreativitas guru, siswa, dosen, dan mahasiswa calon guru sebagai hasil dari pembelajaran sehari-hari.

Koordinator Program PINTAR Tanoto Foundation Jawa Tengah Dr. Nurkolis, mengatakan unjuk karya dan pameran praktik baik dilakukan dalam rangkaian satu siklus satu tahun pelatihan. Rangkaian diawali pelatihan kepada fasilitator di tingkat nasional, kemudian provinsi. Kemudian melatih guru di sekolah dan madrasah mitra di tingkat kabupaten. Selanjutnya pendampingan implementasi sekitar 3 bulan dalam 8 kali pertemuan per sekolah/madrasah.

“Selain itu kami kuatkan mereka dalam forum KKG dan MGMP. Terakhir kami dampingi sekolah-sekolah untuk memamerkan hasil dari pendampingan saat untuk karya,” ungkap Nurkolis.

Sekolah-madrasah yang berpartiisipasi dalam stand yaitu SMPN 5 Wonogiri, SMPN 6 Wonogiri, SMPN 1 Pracimantoro, SMPN 2 Pracimantoro, SMPN 3 Pracimantoro, MTs Sudirman, SMPN 7 Wonogiri, MTSN 1 Wonogiri, MI Muhammadiyah Kranding, MI Muhammadiyah Sedayu, SDN 1 Joho, SDN 2 Joho, SDN 1 Gedong, SDN 2 Gedong, SDN 1 Digal, SDN 3 Digal, SDN 1 Petirsari, SDN 2 Petirsari, SDN 1 Wonoboyo, SDN 2 Wonoboyo, SDN 1 Pokoh Kidul, SDN 2 Purworejo, SDN 1 Bulusulur, SDN 2 Bulusulur, SDN 4 Wonoboyo, SDN 2 Pokoh Kidul, SDN 3 Pokoh Kidul, SDN 1 Purworejo, MI Asmaul Husna.

Baca Juga :  Kasus Dugaan C4bul Eromoko Wonogiri, Gadis Belia Diduga Dipaksa Melayani Nafsu Bejat Ayah Tiri Hingga Hamil

Setiap sekolah memiliki produk yang berbeda. Produk-produk ini dihasilkan dari penerapan unsur-unsur pembelajaran aktif Program PINTAR yaitu Mengalami, Interaksi, Komunikasi dan Refleksi, atau sering disingkat dengan istilah MIKiR.

“Misalkan saja dari SDN 2 Pokohkidul, mereka mendemonstrasikan tentang penjernihan air sederhana. Mereka menjawab pertanyaan, bagaimanakah cara terbaik agar air kotor bisa di jernihkan menggunakan bahan sederhana di sekitar lingkungan mereka. Siswa belajar tentang bagaimana memanfatkan bahan-bahan di lingkungan mereka untuk menyelesaikan berbagai masalah di sekitar mereka,” jelas Dr Nurkolis.

Selain itu, siswa dari MTsN 1 Wonogiri juga melakukan percobaan sederhana tentang uji kandungan makanan khas Wonogiri yaitu Nasi Tiwul. Nasi tiwul ini mereka uji, sampai mengetahui kandungan bahan yang ada dalam makanan tersebut. Hasil pembelajaran ini juga mereka teruskan untuk mempromosikan masakan khas dengan menggunakan poster.

Bupati Wonogiri yang diwakili Sekretaris Daerah Suharno, mengapresiasi capaian praktik baik dari dampingan PINTAR. Dia berpesan untuk melakukan penyebaran praktik baik ini ke wilayah yang lain.

“Fasilitator daerah agar ke depannya dapat menjadi penggerak dalam penyebarluasan praktik baik program PINTAR kepada 288 sekolah dasar, 148 SMP di 25 kecamatan,” pesan Bupati.

Hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Subdit Kurikulum dan Evaluasi, Kementerian Agama Republik Indonesia, Dr. H. Ahmad Hidayatullah. Saat sambutan Kasubdit memberikan apresiasi kepada sekolah yang telah bermitra dengan PINTAR Tanoto Foundation. Dengan pendekatan MIKIR dia yakin bahwa siswa akan mampu untuk bersaing pada era industry 4.0.

Baca Juga :  Tragis 2 Orang Tewas 1 Kritis di Dusun Bendo Desa Bakalan Kecamatan Purwantoro Wonogiri, Diduga Minum Obat Hama

“Saya tadi melihat bahwa anak-anak sudah benar-benar mempraktikkan pembelajaran higher order thingking and skills (HOTS) atau kemampuan berpikir tingkat tinggi. Jadi sangat tepat apa yang dikerjakan oleh Tanoto Foundation saat ini. Memang kemampuan ini yang harus dikembangkan untuk menghadapi tantangan masa depan,” jelas Ahmad Hidayatullah.

Puluhan hasil karya siswa lainnya menghiasi stand-stand pameran. Mereka juga menampilkan beragam bentuk-bentuk program penguatan manajemen berbasis sekolah, budaya baca dan peran serta masyarakat dalam mendukung program peningkatan mutu sekolah, mulai dari dukungan untuk penyediaan kebutuhan pembelajaran aktif, menjadi narasumber dalam pembelajaran, atau bantuan buku-buku bacaan untuk mendukung program pembiasaan membaca setiap hari.

Kegiatan juga dihadiri Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta, Dr. Mardiyana, M.Si, Baperlitbang, dan undangan dari Provinsi Jawa Tengah serta undangan dari Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama Kabupaten Wonogiri. Aria

Loading...