loading...
Loading...
LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mempunyai inovasi baru yakni mengolah limbah (sampah) plastik menjadi BBM (Bahan Bakar Minyak). Istimewa

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM– Sampai saat ini, sampah plastik masih menjadi persoalan utama dalam daur ulang sampah. Pasalnya, sampah plastik tidak dapat terurai meskipun dalam jangka waktu lama. Selain iti, sampah plastik mengambil bagian terbesar jenis sampah di manapun berada.

Dalam rangka untuk mengurangi limbah plastik, LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mempunyai inovasi baru yakni mengolah limbah (sampah) plastik menjadi BBM (Bahan Bakar Minyak). Dan untuk menghasilkan BBM, sampah plastik harus diolah melalui serangkaian proses.

Langkah pertama yaitu memasukkan sampah plastik ke alat berupa tabung reaktor kemudian dipanaskan sampai plastik tersebut mencair. Selanjutnya, asap dari pemanasan akan dikeluarkan dan ditampung di kondensor pertama, kedua dan ketiga sesuai dengan masa jenis dari gas-gas tersebut. Setelah gas tersebut menjadi cair akan mengeluarkan gas yang berbeda-beda dan inilah yang nantinya akan menjadi bahan bakar minyak.

Baca Juga :  Mahasiswa Sastra Daerah UNS Boyong 3 Piala dalam  Imbasadi 2019 di USU 

Uji coba pengolahan limbah plastik sudah dilakukan di area Gedung Induk Siti Walidah UMS pada Rabu (7/8/2019) lalu. Penemu alat, Utomo Widyo asli Tegal, Jawa Tengah menceritakan bahwa ide ini berawal dari kondisi tempat penampungan sampah di kampungnya yang sampahnya banyak berserakan terutama sampah plastik.

“Padahal semua kita tahu sampah plastik itu sangat lama agar bisa terurai oleh tanah. Akhirnya mencari-mencari dan ketemulah destilasi plastik, mengubah plastik menjadi zat pembentuknya dan nantinya terpisah menjadi bahan bakar yang berbeda-beda,” tutur Utomo, Kamis (15/8/2019).

Setelah melakukan eksperimen selama empat bulan, Utomo Widyo menghubungi pihak LPPM UMS. Bak gayung bersambut, LPPM UMS pun merespons dengan baik maksud tersebut. Dilakukan penjajakan kerjasama untuk mengurangi limbah plastik agar bisa dimanfaatkan menjadi bahan bakar minyak.
Menurut Kepala LPPM UMS, Agus Ulinuha, pihaknya mewakili UMS akan memberikan perbaikan-perbaikan terhadap produk yang dihasilkan dan sifatnya pembinaan dan pendampingan. Dari hasil ini nanti akan uji lab untuk menyempurnakan produknya dan kalau produk sudah sempurna maka arahnya akan diproduksi secara massal.

Baca Juga :  UMS Tambah Dua Guru Besar dari Fakultas Farmasi

“Untuk menghasilkan 5 liter BBM dibutuhkan 5 kg sampah plastik. Ada tiga jenis produk BBM yang dihasilkan dari limbah plastik tersebut, yakni minyak tanah premium dan solar. Ini sedang dalam proses iji coba terus untuk mendapatkan hasil yang optimal,” pungkasnya. Triawati PP

Loading...