loading...
Loading...
Kapolsek Sambirejo AKP Saptiwi saat memimpin penyerahan jenasah korban gantung diri ke keluarga, Rabu (21/8/2019). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM- Aksi gantung diri yang dilakukan Eko Purwanto (35) warga Dukuh Grobogan RT 12, Musuk, Sambirejo, Sragen Rabu (21/8/2019) siang membuat gempar warga. Tak hanya membuat orangtua terpukul, insiden itu juga menyisakan misteri lantaran tak ada gelagat yang memicu aksi nekat bapak satu anak itu.

“Tidak ada yang menyangka. Orangtua pun juga kaget. Karena nggak ada masalah sebelumnya. Nggak ada keluhan juga,” papar Kades Musuk, Suharno, kepada Joglosemarnews.com, Kamis (22/8/2019).

Suharno menuturkan dari pihak keluarga juga tak mengetahui penyebab pasti putranya nekat bunuh diri. Menurutnya selama ini korban sudah berumahtangga dan punya satu anak kelas IV SD.

Baca Juga :  Aman Tapi Sengit, Kampanye Perdana Pilkades di Sragen. Pelemgadung Perang Jargon Perubahan dan Lanjutkan! 

Hanya saja, selama ini istri korban memang bekerja di Solo dan baru pulang sebulan sekali.

“Istrinya orang Betawi. Dia kerja di Solo, pulangnya sebulan sekali. Mereka punya anak satu, masih kelas IV SD,” tuturnya.

Apakah ada masalah keluarga atau penyakit, ia mengaku tak ada yang mengetahui. Yang jelas selama ini, korban tidak pernah mengeluh ada masalah.

Seperti diberitakan, bapak muda yang sehari-hari berprofesi usaha bengkel itu ditemukan oleh ibunya sendiri, Tumimi (56) sekitar pukul 12.35 WIB dalam kondisi sudah tak bernyawa.

Tumimi sempat histeris dan syok lantaran tak percaya putranya setragis itu.

Baca Juga :  Kapolres Sragen Tolak Beri Izin Untuk Pengesahan 906 Warga Baru PSHT Parluh 16. Ketua Cabang Sebut Tetap Akan Disahkan

Data yang dihimpun di lapangan, korban ditemukan menggantung dengan sebuah tali rafia earna kuning yang sudah ditampar sepanjang 40 sentimeter.

Menurut keterangan warga, siang itu ibu korban curiga karena putranya yang biasa bekerja di bengkel rumahnya, ternyata tak kelihatan.

Saat dipanggil tak menyahut. Ibu korban kemudian mencari ke kamar. Saat membuka pintu kamar, ibu korban langsung histeris mendapati putranya sudah meninggal dengan posisi tergantung di belakang pintu kamar korban.

Jeritan histeris ibu korban kemudian membuat warga sekitar berdatangan dan mengetahui kejadian tersebut. Sempat dievakuasi, korban dinyatakan sudah meninggal. Kejadian itu langsung dilaporkan ke Polsek setempat.

Baca Juga :  PSHT Pusat Madiun Resmi Kantongi Hak Paten dan SK Kemenkumham. Ketua Dewan Pusat: Laksanakan Dengan Asah Asih Asuh!

Tak lama berselang, tim Polsek dan Inafis Polres langsung tiba melakukan olah TKP.

“Hasil pemeriksaan dan visum, tidak terdapat tanda-tanda kekerasan dan penganiayaan di tubuh korban. Dari pihak keluarga tidak menghendaki dilakukan otopsi dan sudah menerima,” papar Kapolres Sragen AKBP Yimmy Kurniawan melalui Kasubag Humas AKP.Agus Jumadi, Rabu (21/8/2019) petang.

Mengenai pemicu gantung diri, saat ini masih dalam penyelidikan. Karena keluarga sudah menerima, jasad korban kemudian diserahkan untuk dimakamkan.

Kades Musuk, Suharno membenarkan kejadian itu. Menurutnya korban sudah berumahtangga dan punya anak satu kelas IV SD. Wardoyo

Loading...