loading...
Loading...
Pengamat Ekonomi dari STIE AUB Solo, Agus Utomo. Istimewa

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Munculnya beberapa nama yang mencuat di tengah masyarakat menjadi calon walikota Solo menimbulkan banyak reaksi di tingkat bawah. Salah satunya terkait nama-nama tersebut yang kebanyakan muncul merupakan seorang pengusaha.

Salah satunya diketahui dari hasil riset Unisri Solo yang memunculkan nama Achmad Poernomo, Gibran, Kaesang, Her Suprabu, serta Gareng yang notabene adalah pengusaha sukses. Pengamat Ekonomi dari STIE AUB Solo, Agus Utomo menilai, hal itu logis karena tidak dapat dipungkiri bahwa proses pencalonan dalam pemilihan kepala daerah membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Baca Juga :  The Sunan Hotel Solo Padukan Paket Menginap dan Pesta Tahun Baru

“Politik itu mahal. Maka sangat logis bila biaya pencalonan membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Dan yang dipandang memiliki banyak uang cenderung jatuh pada seorang pengusaha. Jadi sah-sah saja, diluar aspek lain seperti aspek polularitas dan aspek akseptabilitas. Bahwa seorang pengusaha mampu dari segi finansial,” urainya, Kamis (8/8/2019).

Namun demikian, Agus menekankan bahwa seorang pengusaha sebenarnya memiliki nilai ideal untuk menjadi seorang pemimpin termasuk pemimpin daerah.

“Seorang pengusaha memiliki kemampuan manajerial dan tata kelola bisnis. Dan jika itu diterapkan pada kekuasaan seorang pemimpin daerah, maka mereka dipastikan mampu menyusun program kerja. Sebagai pengusaha cenderung mampu terlibat dalam penataan sebuah kota,” pungkasnya. Triawati PP

Loading...