JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

PNS Pelaku Intimidasi di Gondang Sragen Masih Bebas Berkeliaran, Aparat Didesak Segera Bertindak. Kerabat Resah Korban Masih Dilabrak dan Makin Tertekan 

Ilustrasi korban intimidasi
Ilustrasi dikucilkan

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Korban perundungan dan intimidasi agar mencoblos PDIP pada Pemilu 2019 di Dukuh Piji, Glonggong, Gondang mendesak Polres Sragen segera memproses dan menahan oknum PNS sekaligus Ketua KPPS berinisial WT (48). Pasalnya pelaku intimidasi yang sudah dinyatakan bersalah melanggar tindak pidana Pemilu itu, hingga kini masih bebas berkeliaran.

Desakan dilontarkan lantaran pelaku melalui kerabatnya masih terus menebar ancaman yang membuat korban makin tertekan.

Dua korban yakni ibu rumah tangga asal Dukuh Piji, masing-masing Mbah MK dan PM, itu belum lama ini kembali mendapat perlakuan tak mengenakkan mengarah persekusi dari kerabat pelaku.

Baca Juga :  Waspada, Ini 5 Ancaman Kriminalitas dan Gangguan Kamtibmas Terbesar di Sragen Jelang Natal dan Tahun Baru!

Yakni didatangi kerabat pelaku dan melabrak sembari mengatakan kalimat arogan serta kasar. Aksi persekusi itu dialami beberapa waktu terakhir setelah kasus intimidasi itu diproses Bawaslu dan melimpahkan kasus itu ke Reskrim Polres Sragen.

“Kami kasihan, korban sudah tua dan terus diintimidasi. Beberapa hari lalu mereka melabrak dan bilang agak kasar. Duwitmu piro kok wani-wanine lapor polisi. Sambil nunjuk-nunjuk gitu. Namanya perempuan, digitukan kan langsung drop to Mas. Sebenarnya aparat ini bagaimana, wong sudah dinyatakan bersalah kok tapi pelakunya masih bebas dan nggak segera ditahan. Akhirnya malah nekat ngancam lagi, kami jadi nggak tenang,” papar No, salah satu kerabat MK kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Selasa (13/8/2019).

Baca Juga :  27.953 Siswa SD di Sragen Dibidik 3 Imunisasi Serentak Mulai Hari Ini. Bahaya Penyakit Campak, Tetanus dan Difteri Ternyata Bisa Sebabkan Kelumpuhan Hingga Kematian!

No menuturkan akibat labrakan itu, MK dan PM kini mengalami trauma psikis. Mereka merasa ketakutan lantaran aksi intimidasi itu akan terus dialami.

Karenanya, demi keadilan, pihaknya mendesak aparat untuk segera memproses kasus intimidasi yang dilakukan WT.

“Kalau memang mereka salah ya harus ditindak biar ada jera. Apa karena pelakunya pegawai jadi nggak berani menangkap. Kami hanya masyarakat kecil, harus gimana Mas. Kalau hukum nggak bisa melindungi, kami harus mengadu ke siapa lagi,” urainya.

Halaman selanjutnya

Halaman :  1 2 Tampilkan semua