Beranda Market Ekbis Produk Fintech, Generasi Milenial dan Kemajuan UMKM

Produk Fintech, Generasi Milenial dan Kemajuan UMKM


loading...
Loading...
Ilustrasi. Istimewa

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM– Perkembangan teknologi tidak mampu lagi dibendung dan telah merambah ke seluruh sendi perekonomian, tak terkecuali di sektor jasa keuangan. Jika dahulu masyarakat yang ingin berbelanja harus mendatangi toko, kini bisa memilih online shopping dengan memanfaatkan smartphone di genggaman. Jika ingin bepergian dahulu terbatas pada pilihan taksi konvensional, sekarang dapat memanfaatkan ride sharing provider.

Tak berhenti di situ, apabila masyarakat dahulu hanya bisa mengandalkan jasa layanan keuangan konvensional, kini telah dimudahkan dengan keberadaan digital financial services atau financial technology (fintech). Begitu juga dengan flat money dan jasa layanan asuransi konvensional, masyarakat sekarang dapat menjangkau digital flat currency dan insurtech. Perkembangan fintech pada hakikatnya mampu membuat jangkauan ekonomi kian luas.

Bukan hanya konsumen, perkembangan fintech dalam memudahkan transaksi bisnis merupakan fenomena yang menjadi bagian dari kebutuhan para pelaku
bisnis itu sendiri saat ini. Ada beberapa hal lain yang menjadi kebermanfaatan terkait adanya perkembangan fintech, yakni menjadikan waktu penyampaikan informasi produk lebih cepat dan efisien sehingga pengambilan keputusan menjadi lebih cepat dan tepat.

Lebih jauh, perkembangan fintech ini dapat meningkatkan inklusi keuangan karena memperluas akses modal usaha mikro kecil menengah (UMKM) dan startup. Bisa kita lihat bersama, di zaman sekarang ini telah hadir banyak platform digital yang siap memberikan kemudahan bagi khalayak luas untuk mengakses layanan ekonomi, seperti pinjaman dana, penanaman investasi, jual beli online, dan bahkan bantuan pembiayaan atau kredit. Sebut saja salah satu contohnya, yaitu aplikasi Akulaku.

Akulaku hadir menawarkan kemudahan pembelanjaan dengan cara kredit sehingga memungkinkan kosumen berbelanja apa saja dan di mana saja tanpa harus khawatir cash flow. Aplikasi yang memiliki visi mewujudkan masyarakat cashless dengan cara kredit di pasar Asia Tenggara itu menawarkan sedikitnya tiga kemudahan. Pertama, KTA kilat hingga Rp2 juta. Hanya dalam waktu 5 menit, dana pembiayaan akan langsung dicairkan kepada rekening pengaju atau pemohon.

Kemudian, Akulaku telah bekerja sama dengan banyak e-commerce. Pengguna mau berbelanja di Shopee, Bukalapak, Blibli, JD.ID maupun di e-commerse lainnya, dapat membayar dengan Akulaku Kredit. Tenor cicilan mulai dari 1, 2, 3, 6, 9, 12 bulan. Terakhir, dengan Akulaku Kredit, pengguna bisa beli sekarang, bayar belakangan. Akulaku Kredit mempernudah proses pembayaran di tempat dengan menggunakan metode scan barecode. Dengan mengajukan limit kredit, pengguna dapat langsung menikmati kenyamanan bertransaksi.

Dosen Prodi Manajemen Fak Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Anton A. Setyawan, menyampaikan salah satu masalah dalam perekonomian berbasis teknologi adalah pertanyaan tentang, apakah penggunaan teknologi sebagai salah satu faktor produksi bisa
menjamin adanya pemerataan kesejahteraan? Hal ini dikarenakan teknologi yang merupakan bagian dari riset dan pengembangan dalam aktivitas bisnis hanya dapat dimiliki oleh para pemilik modal besar.

Namun demikian, Anton melihat, perkembangan teknologi memungkinkan juga pelbagai organisasi bisnis mulai dari
skala kecil, menengah dan besar berkembangbisa dengan lebih cepat. Teknologi bisa mengurangi kesenjangan sumber daya dari berbagai organisasi bisnis.
Fenomena yang terjadi di Indonesia adalah sektor bisnis UMKM banyak mengadopsi penggunaan teknologi informasi untuk memperkuat proses bisnis mereka.

Telah marak pelaku UMKM di Tanah Air masuk ke dalam bisnis digital, bisnis start up, maupun bisnis konvensional yang menggunakan media digital seperti online shop. Anton menganggap, perkembangan ini sangat positif bagi perekonomian karena meningkatkan daya saing UMKM berarti mengurangi kesenjangan kesejahteraan dan memacu
pertumbuhan ekonomi nasional dari sektor produktif. Dia pun mempersilakan masyarakat atau pelaku UMKM memanfaatkan prodyk fintech guna mendukung bisnis maupun menunjang aktivitas sehari-hari.

Sementara itu, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Mulyanto, menuturkan kemajuan teknologi-informasi harus disikapi dengan bijak. Dia pun mendorong para generasi milenial dapat memanfaatkan produk-produk teknologi tersebut untuk kepentingan mendukung pengembangan ekonomi daerah. Para generasi milenial diharapkan bisa membangun interaksi dengan daerah dalam usaha memasarkan potensi dan hasil produksi desa ke berbagi pihak.

“Jadi generasi milenial itu harus sehat, pintar dan punya daya beli. Sehat berarti berusaha mempunyai umur Panjang. Pintar berarti berusaha memiliki pendidikan yang cukup, baik bersifat formal maupun non-formal. Sedangkan punya daya beli berarti ikut terlibat dalam aktifitas ekonomi yang menghasilkan uang atau pendapatan,” jelas dosen yang juga menjabat sebagai Kepala Pusat Informasi dan Pembangunan Wilayah (PIPW) – Lembaga Penelitian dan Pengabdian
kepada Masyarakat (LPPM) UNS itu. Triawati PP

Loading...