loading...
Loading...
Wakil ketua KPK Saut Situmorang/tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Sejumlah nama yang diduga bermasalah dikabarkan lolos dalam seleksi pimoinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2019-2023).

Namun hal itu tidak membuat Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, Saut Situmorang khawatir.

“Orang di KPK yang integritasnya terganggu ya enggak akan lama, percaya deh. Dia enggak bisa bertahan lama,” kata Saut di Gedung Pusat Pendidikan Antikorupsi, Jakarta, Sabtu (24/8/2019).

Menurut Saut, pengawasan di KPK sangat ketat. Pimpinan, kata dia, mengawasi bawahannya, begitupun bawahan mengawasi atasannya dengan ketat.

“Pegawai KPK sampai kiamat akan seperti itu, pimpinannya dikritik, ditantang, dan itu perintah undang-undang. Itulah integritas di KPK,” kata dia.

Di sisi lain, pengawasan dari masyarakat sipil kepada KPK juga tak bisa disepelekan. Menurut Saut, bila KPK mulai melenceng, maka masyarakat sipil pasti langsung bersuara.

Baca Juga :  Viral Video Siswi SMAN 1 Mojosari Mojokerto Berwajah Cantik Mabuk Sambil Joget Seksi di Kafe, Ini Fakta-faktanya

“Walaupun dia punya rekam jejak (buruk), lalu ke dalam, pasti dia mikir-mikir,” kata Saut.

Sebelumnya, panitia seleksi capim KPK mengumumkan 20 nama yang lolos tahap profile assessment.

Menurut catatan KPK yang diberikan pansel, di antara nama itu ada yang punya catatan bermasalah, mulai dari tidak patuh membuat Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), dugaan pernah menerima gratifikasi, melakukan pelanggaran etik dan menghambat kerja KPK memberantas korupsi.

Data itu telah diberikan KPK kepada pansel untuk menjadi acuan dalam seleksi. Anggota pansel Hendardi mengatakan telah menerima data tersebut.

Baca Juga :  Minta Jokowi Tak Emosional Tanggapi Wacana Amandemen UUD 1945, Ketua DPP PDIP Salahkan Pratikno

Menurut dia ada data yang sudah terbukti kebenarannya dan ada yang masih indikasi. Untuk yang masih indikasi, kata dia, pansel bakal mendalami dugaan tersebut di tahap selanjutnya.

“Kalau temuannya memiliki kekuatan hukum tetap tentu tidak ada toleransi,” kata dia.

www.tempo.co

Loading...