JOGLOSEMARNEWS.COM Nasional Semarang

Tawuran Pelajar Pecah di Borobudur Magelang. Dikeroyok Belasan Pelajar, Satu Siswa SMK Muh Mungkid Luka Sobek 5 Bagian Usai Dibabat Parang 

Ilustrasi tawuran pelajar tewas
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Ilustrasi tawuran pelajar tewas

MAGELANG, JOGLOSEMARNEWS.COM Tawuran pelajar terjadi lagi di Borobudur, Magelang siang tadi. Sejumlah pelajar terlibat bentrok dan mengakibatkan satu korban mengalami luka- luka kena senjata tajam.

Korban diketahui bernama Chevin Luffi Cahya Laksana, (15), asal Perum Griya Kencana Permai Borobudur, blok B2 no. 14 Rt 19 Rw 7. Pelajar SMK Muh Mungkid itu mengalami luka sobek di lima bagian punggung.

Waka Polres Magelang Komisaris Polisi Eko Mardiyanto didampingi oleh Kapolsek Borobudur AKP Aldino Agus Anggoro mengatakan anggota langsung dikerahkan meluncur ke lokasi sesaat setelah menerima laporan adanya tawuran pelajar di depan Puskesmas Borobudur.

Baca Juga :  Buruh Terdampak Covid-19 Dapat Pelatihan Wirausaha dari Kapolda Jateng

Menurut kronologinya, siang itu korban dalam perjalanan pulang. Di lokasi berpapasan dengan segerombolan oknum pelajar dari salah satu sekolah di Muntilan. Yang bersangkutan langsung dibacok dan menjadi korban, kemudian korban dilakukan perawatan di Puskesmas Borobudur.

Karena luka-lukanya cukup parah, korban akhirnya dirujuk ke RSU Muntilan.

“Untuk kasus ini kami masih memeriksa sebanyak 9 pelajar, dan beberapa barang bukti telah kami amankan diantaranya parang, Gergaji Es, Gir dan 7 unit speda motor sebagai sarana. Dalam pemeriksaan masih kami dalami keterlibatan mereka dan kembangkan,“ paparnya dilansir Tribratanews Polda Jateng.

Baca Juga :  Perjuangan Tenaga Kesehatan di Jateng yang Gugur Dapat Penghormatan, Lima Ahli Waris Terima Penghargaan dan Santunan

Keterangan Dokter Piket di UGD Rumah Sakit Umum Muntilan, korban mengalami 5 luka tusukan di bagian punggung.

“Korban masih dalam perawatan insntif,“ terang dr. Fania.

Lebih lanjut Wakapolres Magelang menghimbau agar pelajar menghentikan aksi-aksi tawuran dan anarkisme.

“Kepada pihak sekolah mohon untuk lebih jeli lagi dalam mengawasi perilaku siswa dan barang bawaannya baik di kelas maupun tempat parkiran kendaraan. Karena ternyata barang barang tersebut termasuk sajam biasanya di bawa di balik baju, kerjasamanya tidak mungkin polisi bekerja sendiri. Mari bersama sama untuk bahu-membahu mengatasi tawuran pelajar ini,” pungkasnya. JSnews