JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Terungkap, Remaja Putri Yang Gantung Diri di Sambirejo Sragen Ternyata Siswi Sekolah Luar Biasa

Tim Polsek Sambirejo dan tim medis saat melakukan olah TKP di lokasi gantung diri di Blimbing, Sambirejo, Sragen Jumat (16/8/2019) petang. Foto/Wardoyo
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Tim Polsek Sambirejo dan tim medis saat melakukan olah TKP di lokasi gantung diri di Blimbing, Sambirejo, Sragen Jumat (16/8/2019) petang. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Insiden remaja putri asal Dukuh Purworejo, Desa Blimbing  Kecamatan Sambirejo, Sragen yang tewas gantung diri, Jumat (16/8/2019) petang memunculkan fakta lain.

Korban yang ditemukan tewas gantung diri di dalam kamar dengan tali pramuka itu ternyata masih sekolah.

“Korban masih sekolah. Dia duduk di bangku SLB (sekolah luar biasa). Mesakne Mas,” ujar Oni, salah satu tetangga korban kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Sabtu (17/8/2019).

Kasus itu memang menggegerkan warga. Oni menyebut warga tak menyangka jika siswi yang tuna wicara itu bisa nekat mengakhiri hidupnya dengan cara setragis itu.

“Penyebabnya kurang tahu. Karena memang korban nggak bisa bicara,” terangnya.

ABG bernama Wiji Lestari (17) itu ditemukan tewas sekitar pukul 17.00 WIB. Kejadian kali pertama diketahui oleh orangtuanya sendiri.

Baca Juga :  Berkah HUT Polri, 22 Warga Sragen Hari Ini Dapat Gratisan Mengurus SIM. Kasat Ungkap Ada Sponsor Yang Mbayari!

Kapolres Sragen AKBP Yimmy Kurniawan melalui Kasubag Humas AKP Agus Jumadi mengatakan sejak siang, kamar korban terlihat tertutup. Orangtuanya awalnya tak menaruh curiga.

Sekitar pukul 17.00 WIB, orangtua korban hendak pergi ke hajatan. Selesai mandi, orangtua korban mengambil amplop untuk sumbangan.

Namun saat akan menulis ternyata tidak menemukan pulpen. Seketika orangtua korban berusaha mencari pulpen ke kamar korban tapi ternyata pintu kamar terkunci dari dalam.

“Saat dipanggil tak ada jawaban.alu pintu digedor-gedor, korban tak juga menjawab. Karena  penasaran, orang tua korban kemudian keluar rumah, dan malihat kondisi kamar dari sela-sela jendela. Saat itulah orangtua korban kaget mendapati putrinya sudah dalam kondisi meninggal dan tergantung di kamar,” papar AKP Agus, Jumat (16/8/2019) malam.

Baca Juga :  Alhamdulillah, Hasil Swab Pertama 10 Pasien Positif Covid-19 Tersisa di Sragen Sudah Negatif. Bupati Yuni Isyaratkan Kabar Baik Ini!

Orangtua korban kemudian sekuat tenaga mendobrak pintu dan berhasil.terbuka. Melihat putrinya sudah tak bernyawa, orangtuanya menangis sejadi-jadinya.

Warga sekitar langsung berdatangan membantu mengevakuasi korban sembari melapor ke Polsek.

Kapolsek Sambirejo, AKP Saptiwi membenarkan insiden itu. Menurutnya dari hasil oleh TKP dan pemeriksaan medis, tidak ditemukan tanda kekerasan maupun penganiayaan di tubuh korban.

“Saat diketahui pertama kali, korban sudah tewas dalam kondisi menggantung dengan menggunakan tali pramuka. Tidak ditemukan luka pada tubuh korban. Korban dipastikan meninggal akibat gantung diri,” tandasnya.

Perihal pemicu korban gantung diri, hal itu masih dalam penyelidikan. Wardoyo