JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Badan Intelijen Negara Sebut Dampak Pilpres di Medsos Masih Terasa. Aliran Radikal Tetap Diwaspadai 

berita hoax
ilustrasi. Tempo.co

berita hoax
ilustrasi. Tempo.co

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) diminta untuk iku melakukan pemantauan terhadap media sosial. Pasalnya, pengaruh media sosial sangat berdampak cukup signifikan terhadap perilaku masyarakat.

Bebagai informasi yang tersaji di media sosial, belum sepenuhnya terpantau oleh FKDM.

Hal terebut dikatakan Badan Inteleijen Negara (BIN) Korwil Surakarta, Syarif Tri Wibowo dalam sosialisasi peran dan fungsi FKDM. Menurutnya, peran FKDM, saat ini, harus lebih ditingkatkan, untuk mendeteksi apa yang yang akan terjadi sejak awal, termasuk melakukan pemantauan di media sosial.

Baca Juga :  Setelah Rawat Janda Buta Tuli, Warga Ngringo, Jaten Karanganyar Kembali Rawat Duda Tua Lumpuh dan Sebatangkara

“Persoalan yang ada saat ini, merupakan dampak media sosial yang sangat berpengaruh terhadap perilaku masyarakat. Berbagai kejadian dan informasi yang ada di media sosial ini, juga harus dipantu oleh FKDM,” ujarnya, Jumat (27/09/2019).

Dalam sosialisasi tersebut, Syarif Tri Wibowo juga mengungkapkan, bahwa berbagai persoalan masih mewarnai situasi keamanan dan ketertiban di wilayah Solo Raya.

Menurutnya, hingga kini dampak pemilihan presiden (pilpres) beberapa waktu lalu masih terasa. Serta persoalan ideologi, baik radikal kanan maupun radikal kiri.

Baca Juga :  Masih Pandemi, Tarawih Keliling Bupati dan Pejabat di Karanganyar Bakal Kembali Digeber Ramadhan Ini. Masyarakat Diminta Tak Pindah-Pindah Masjid untuk Tarawih!

“Meski masih ada persoalan, secara keseluruhan, wilayah Solo Raya aman dan kondusif. Meski demikian, seluruh masyarakat diminta untuk tetap waspada,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Kesbangpol Karanganayar, Agus Cipto Waluyo, mengatakan saat ini berbagai persoalan yang dihadapi sangat kompleks. Untuk itu, Agus berharap, peran FKDM ini, harus terus ditingkatkan.

“ Peran FKDM harus ditingkatkan. Terutama untuk mencegah potensi konflik yang akan terjadi di masyarakat,” terangnya. Wardoyo