loading...
Loading...
Ilustrasi | joglosemarnews.com

SUKOHARJO, JOGLOSEMARNEWS.COM – T (30) perempuan warga Semarang harus berurusan dengan kepolisian di Polres Sukoharjo. Hal ini terjadi lantaran T diduga telah menjual tanah bukan miliknya dan tanpa izin pemilik tanah.

Kapolres Sukoharjo AKBP Iwan Saktiadi melalui Kasatreskrim AKP Gede Yoga Sanjaya menerangkan, T menjual tanah milik S yang terletak di Desa Waru, Kecamatan Baki, Sukoharjo. Sebenarnya T merupakan perantara penjualan tanah tersebut.

Baca Juga :  Polisi Gadungan Tipu Guru SD di Sukoharjo, Terungkap Ini Profesi Sesungguhnya

Tanah kosong seluas 100 meter persegi itu dipasangi papan yang bertuliskan dijual tanpa perantara. Hingga suatu hari, pemilik tanah mengetahui tanahnya tersebut telah terjual. Korban, kemudian melaporkan kejadian ini kepada Polres Sukoharjo.

Baca Juga :  Sindikat Perampok di Solobaru Digulung Petugas. Terungkap Gara gara Korban Berhasil Rebut Tas Selempang Pelaku

“Penangkapannya di Sukoharjo, korban memancing T ke sini lalu kami lakukan penangkapan atas dasar penipuan,” jelas dia, Senin (9/9/2019).

Kepolisian masih terus mendalami kasus tersebut, untuk mengungkap dalang di balik kasus ini.

Baca Juga :  Kejari Sukoharjo Musnahkan 7000 Pil dan 1600 Kosmetik Ilegal

Kepolisian juga telah menggeledah rumah yang dijadikan kantor notaris. Oknum notaris diduga meneribitkan sertifikat palsu, atas tanah yang di jual T. Aria/Polres Sukoharjo

Loading...