JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Jadi Tersangka KPK, Kekayaan Imam Nahrawi Rp 21,64 M, Didominasi Tanah dan Bangunan

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi saat mengunjungi pelatnas dan venue boling di Komplek Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan, Rabu, 31 Juli 2019. Foto: Dok. Kemenpora via Tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi menjadi tersangka suap dana hibah KONI. Ia disangka menerima uang senilai Rp 26,5 miliar selama periode 2014-2019.

“Uang tersebut diduga digunakan untuk kepentingan pribadi Menpora dan pihak lain yang terkait,” kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata di kantornya, Rabu, (18/9/2019).

Berdasarkan Laporan Harta kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) KPK, Imam terakhir kali melaporkan kekayaannya pada 31 Maret 2018. Menurut laporan tersebut, harta politikus Partai Kebangkitan Bangsa itu mencapai Rp 21,64 miliar.

Baca Juga :  KPK Berhasil Saring 9 Pejabat Baru untuk Isi Jabatan Struktural

Harta kekayaannya didominasi oleh kepemilikan tanah dan bangunan berjumlah 12 bidang, yang ditaksir bernilai Rp 14,09 miliar. Selain itu, Imam juga tercatat memiliki empat mobil bermerek Toyota Alphard, Innova, Hyundai dan Pajero Sport senilai Rp 1,7 miliar.

Imam juga tercatat memiliki harta bergerak lainnya senilai Rp 4,6 miliar, surat berharga Rp 463 juta dan kas sejumlah Rp 1,7 miliar.

Dalam kasus ini, KPK menetapkan Imam bersama asisten pribadinya Miftahul Ulum menjadi tersangka. Menurut Alex, jumlah uang yang diduga diterima Imam melalui Ulum berjumlah Rp 14,7 miliar selama rentang waktu 2014-2018. Selain itu, KPK juga menyangka Imam menerima uang sejumlah Rp 11,8 miliar selama 2016-2018.

Baca Juga :  Tahu Kasusnya Viral di Medsos, Tersangka Pelaku Pemerasan dan Pelecehan Seksual di Bandara Sempat Kabur ke Kampung Halaman Bersama Istri dan Anak

Alex mengatakan pihaknya menduga uang tersebut berasal dari komitmen fee pengurusan proposal dana hibah dari Kemenpora ke Komite Olahraga Nasional Indonesia tahun anggaran 2018.

Selain itu, sumber penerimaan uang oleh Imam diduga juga berasal saat kader Partai Kebangkitan Bangsa ini menjabat sebagai Ketua Dewan Pengarah Satuan Tugas Pelaksana Program Indonesia Emas. “Dan penerimaan lain yang berhubungan dengan jabatannya selaku Menpora,” kata Alex.

www.tempo.co