JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

Kontroversi Surat Sinuhun PB XIII, GBPH Poeger Terkejut Diminta Kosongkan Tanah dan Bangunan

GBPH Poeger / Joglosemarnews / A Setiawan

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Surat dari Raja Keraton Kasunanan Surakarta, Sinuhun Paku Bhuwono (PB) XIII Hangabehi yang meminta 14 kerabat untuk mengosongkan tanah dan bangunan keraton yang dipakai, membuat Kangjeng Gusti Pangeran Haryo (KGPH) Puger terkejut.

Surat tersebut bernomor 011/PBXIII-KKSH/VIII/2019 tertanggal 26 Agustus 2019 dan ditandatangani oleh Sinuhun PB XIII.

Jika kemarin perwakilan Lembaga Dewan Adat(LDA) yang diwakili juru bicaranya, KP Eddy Wirabhumi, kini giliran KGPH Puger angkat bicara.

Baca Juga :  Manfaatkan Momen Akhir Tahun, KAI Maksimalkan Okupansi KA Perintis Batara Kresna

Rabu (4/9/2019) kemarin, ia melakukan jumpa pers untuk menyatakan sikapnya. Puger mengaku terkejut mendengar informasi jika perjanjian damai dirinya dengan Sinuhun PB XIII Hangabehi dijadikan salah satu dasar keluarnya surat yang kontrovesial tersebut.

Lha kok mencatut perjanjian damai saya dengan Sinuhun, memangnya ada kaitan apa? Itu kan sebenarnya sama sekali tidak terkait dengan poin perjanjian itu,” tanya Gusti Puger.

Baca Juga :  Carfreeday Tak Ditutup Saat Kirab Ngunduh Mantu, Gibran: Kaesang Itu Cuma Numpang di CFD

GBPH Poeger menegaskan, sejak dirinya diminta angkat kaki dari Keraton tahun 2017 silam, dia sudah tak pernah lagi berkegiatan di Keraton, maupun tergabung dalam Ormas atau badan hukum apapun, yang memanfaatkan lahan keraton tanpa izin Raja.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com