JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Mantan Dirut Petral, Bambang Irianto Terima Uang Suap Sampai US$ 2,9 Juta

Pimpinan KPK, Laode M. Syarif, menjawab pertanyaan wartawan seusai menyelamatkan diri saat terjadi gempa bumi, di gedung KPK, Jakarta, Jumat 2/9/2019) malam / tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM  –
Dalam kasus mafia migas perdagangan minyak mentah dan produksi kilang di Pertamina Energy Service Pte. Ltd (PES),
Bambang Irianto diduga menerima uang suap sebesar USD$ 2,9 juta atau lebih dari Rp 40,7 miliar.

Demikian dikatakan oleh Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode M. Syarief.

Baca Juga :  Terbaru, Naik Pesawat Wajib PCR dan Vaksin Lengkap!

Uang tersebut, kata Syarief, diterima Bambang karena telah mengamankan ‘perusahaan bendera’ Emirates National Oil Company (ENOC), di mana ENOC diduga merupakan pihak perwakilan dari Kernel Oil, dalam tender PES.

“Tersangka BTO diduga mengarahkan untuk tetap mengundang NOC tersebut meskipun mengetahui bahwa NOC itu bukanlah pihak yang mengirim kargo ke PES/PT Pertamina,” ujar Syarief di kantornya, Jakarta Selatan, Selasa (10/9/2019).

Halaman selanjutnya

Halaman :  1 2 Tampilkan semua