JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Hanya berselang sehari setelah dilaporkan empat peserta meninggal dunia, jumlah korban meninggal dalam program Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) bagi calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) kembali bertambah. Hingga Sabtu (27/6/2026), total korban meninggal dunia menjadi lima orang.
Korban terbaru adalah Muhammad Rifki Renaldi Gunawan, peserta yang mengikuti latihan di Satdik Yon Para Komando 465, Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. Sebelumnya, publik telah dikejutkan dengan meninggalnya empat peserta lain dalam rangkaian program yang digelar di sejumlah satuan pendidikan militer tersebut.
Berdasarkan data Kementerian Pertahanan, lima peserta yang meninggal dunia masing-masing adalah Yonanda Muhammad Taufiq, Anisa Muyassaroh, Novia Rahmadhani Sihotang, Muhammad Rifki Renaldi Gunawan, dan Nola Dya Sari.
Korban pertama, Yonanda Muhammad Taufiq, meninggal pada Rabu (17/6/2026) saat mengikuti pendidikan di Satdik Puslatpur Kodiklatad Baturaja. Berdasarkan keterangan resmi, ia mengalami henti jantung.
Sehari berikutnya, Kamis (18/6/2026), Anisa Muyassaroh meninggal dunia setelah mengalami heat stroke ketika mengikuti latihan di Satdik Dodikjur Rindam VI/Mulawarman, Balikpapan. Menurut Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Kementerian Pertahanan Brigjen TNI Rico Sirait, korban sempat memperoleh penanganan medis sebelum dirujuk ke rumah sakit.
“(Anisa) mengalami gangguan kesehatan pada 18 Juni 2026 dan telah mendapatkan penanganan medis di fasilitas kesehatan satuan sebelum dirujuk ke rumah sakit. Berdasarkan keterangan medis, yang bersangkutan dinyatakan meninggal dunia akibat heat stroke,” ujarnya.
Korban berikutnya, Novia Rahmadhani Sihotang, mengikuti latsarmil di Satdik Pusbahasa Kodiklatau Jakarta. Ia mulai mengalami gangguan kesehatan pada 22 Juni dan meninggal sehari kemudian setelah menjalani perawatan intensif.
Rico menjelaskan, hasil pemeriksaan medis menunjukkan Novia memiliki penyakit Tuberkulosis (TB).
“Meskipun telah memperoleh perawatan intensif, yang bersangkutan dinyatakan meninggal dunia pada 23 Juni 2026. Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, kondisi kesehatan yang dialami berkaitan dengan penyakit Tuberkulosis (TB),” jelasnya.
Korban terbaru, Muhammad Rifki Renaldi Gunawan, sempat mengeluhkan sesak napas saat mengikuti latihan pada Kamis (25/6/2026). Setelah mendapat penanganan awal dari tim kesehatan, kondisinya sempat membaik sehingga kembali mengikuti kegiatan.
Namun, pada sore harinya kondisi Rifki kembali menurun sehingga segera dirujuk ke RSAU dr. Esnawan Antariksa dan mendapatkan perawatan intensif di ruang ICU.
“Setelah dirujuk ke rumah sakit, almarhum segera mendapatkan penanganan medis secara intensif oleh tim dokter, termasuk perawatan di ruang Intensive Care Unit (ICU),” kata Rico.
Meski telah menjalani penanganan maksimal, Rifki akhirnya meninggal dunia pada Jumat (26/6/2026) dini hari.
“Meskipun berbagai upaya medis telah dilakukan secara optimal, almarhum dinyatakan meninggal dunia pada 26 Juni 2026 pukul 00.28 WIB,” ungkapnya.
Kementerian Pertahanan menyebut seluruh peserta sebelumnya telah melalui tahapan seleksi kesehatan dan dinyatakan memenuhi syarat mengikuti pendidikan dasar militer. Meski demikian, bertambahnya jumlah korban membuat pemerintah memutuskan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program tersebut.
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Pertahanan Mayjen TNI Ketut Gede Wetan Pastia mengatakan evaluasi dilakukan mulai dari proses rekrutmen, pemeriksaan kesehatan, metode latihan hingga sistem penanganan medis.
“Atas arahan Menteri Pertahanan, penyelenggara telah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek kesehatan,” ujarnya.
Menurut Ketut, ke depan setiap satuan pelaksana diminta menyesuaikan intensitas latihan dengan kondisi fisik peserta. Selain itu, materi pendidikan juga akan disusun lebih adaptif tanpa menghilangkan tujuan utama pembentukan disiplin dan jiwa kepemimpinan.
“Kegiatan juga diarahkan agar lebih adaptif, edukatif, dan memperhatikan kondisi psikologis peserta melalui metode pembelajaran yang membangun semangat kerja sama, problem solving, dan suasana yang lebih menggembirakan,” pungkasnya. [*] Disarikan dari sumber berita media daring
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.















