JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Mengejutkan, Kapolres Karanganyar Sebut Arca Sendang Bancolono Yang Dicuri, Bukan Termasuk Benda Cagar Budaya! 

Barang bukti kepala arca yang diamankan dari tersangka pencurian di Sendang Bancolono Tawangmangu saat diamankan di Mapolres Karanganyar, Senin (2/9/2019). Foto/Wardoyo
Barang bukti kepala arca yang diamankan dari tersangka pencurian di Sendang Bancolono Tawangmangu saat diamankan di Mapolres Karanganyar, Senin (2/9/2019). Foto/Wardoyo

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM Kapolres Karanganyar, AKBP Catur Gatot Efendi menyampaikan fakta mengejutkan soal arca Sendang Bancolono yang dicuri oknum pekan lalu.

Kapolres menyampaikan hasil penelsuran sejarah perihal status patung Eyang Bancolono, arca yang dicuri Satpam tambang batubara berinisial AB (46) itu bukan termasuk benda cagar budaya.

“Menurut hasil penyelidikan, patung Eyang Bancolono tidak termasuk benda cagar budaya,” kata Kapolres kepada wartawan daat jumpa pers di Mapolres kemarin.

Baca Juga :  Masa Pandemi, 1.400 Istri di Karanganyar Berubah Jadi Janda Baru. Rata-Rata Baru 5 Tahun Menikah, Ekonomi dan Selingkuh Jadi Pemicu?

Kapolres menguraikan patung dari batu itu diduga dibuat 13 tahun lalu. Dari penelusuran, pertapaan yang ada patung Eyang Bancolono dibangun tahun 2004.

“Lalu tahun 2006 jadi. Patung Eyang Bancolono itu diberi oleh orang Sukoharjo. Jadi patung bukan benda cagar budaya,” terangnya.

Akan tetapi, Kapolres menyebut masyarakat sekitar memandang itu memiliki nilai sakral. Ia memastikan kasus itu pencurian biasa.

Baca Juga :  Beberkan UU Omnibus Law, Anggota DPR RI PDIP Sampai Blusukan ke Desa di Karanganyar. Klaim Omnibus Law Lahir Untuk Selamatkan Negara dari Kebangkrutan

“Ini pencurian tapi bukan benda bernilai sejarah,” tuturnya.

Sementara, AB bakal dijerat menggunakan Pasal 363 ayat (1) ke-5 KUHP, subsider Pasal 362 KUHP dan atau Pasal 406 KUHP. Ancaman pasal primer tujuh tahun penjara. Tersangka ditahan dan dititipkan di Rutan Kelas IA Solo. Wardoyo